Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Demokrat: Foke-Nara Hanya Kalah di Babak Pertama

Senin, 16 Juli 2012, 15:56 WIB
Komentar : 3
Republika/Tahta Aidilla
Bendera Partai Demokrat.
Bendera Partai Demokrat.

REPUBLIKA.CO.ID, KENDARI -- Demokrat sebagai parpol pengusung Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli mengakui kekalahannya dalam putaran pertama Pilkada DKI 11 Juli lalu. Namun Ketua Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat, I Gede Pasek Suardhika, mengatakan, pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara) hanya kalah pada babak pertama.

"Andaikan ini permainan sepak bola, maka pasangan Foke-Nara ini hanya kalah dibabak pertama. Tetapi saat wasit meniup pluit berakhirnya babak kedua, maka Foke-Nara yang menjadi pemenang," kata Pasek Suardhika kepada wartawan di Kendari, Minggu (15/7).

Kehadiran Pasek Suardhika yang juga merupakan ketua Komisi III DPR RI di Kendari tersebut, dalam rangka membuka kegiatan Rapat Kerja Daerah (rakerda) DPD Demokrat SUltra.

Menurutnya, kegagalan meraih suara terbanyak pada putaran pertama karena banyak pemilih Foke-Nara yang sebelumnya sudah yakin akan menang besar sehingga tidak sempat datang ke TPS menggunakan hak pilihnya.

"Biasalah, karena kesibukan dan yakin Foke-Nara menang besar, maka mereka tidak datang memilih. Tetapi saat ini sudah diarahkan agar menggunakan hak pilihnya pada putaran dua," ujarnya.

Ia mengatakan, Partai Demokrat siap memenangkan pasangan calon Gubernur DKI Jakarta yang diusungnya, Foke-Nara. Partai Demokrat juga telah mempersiapkan strategi dalam menghadapi pemilihan kepala daerah pilgub DKI Jakarta putaran II 20 September mendatang.

Sebagai pengusung utama pasangan Foke-Nara, kata Suardhika, Demokrat masih belum menentukan sikap akan berkoalisi dengan kandidat atau pun partai politik (parpol) lain.

"Salah satu alasannya, Demokrat masih menunggu hasil perhitungan resmi Pilkada putaran I dari Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Jakarta pada 20 Juli mendatang," katanya.

Sementara itu Suardhika juga mengakui bahwa pilgub DKI Jakarta adalah sebuah fenomena menarik, karena ada pasangan independen yang mampu mengalahkan usungan Golkar.

"Kehadiran Jokowi sebagai cagub DKI Jakarta yang bukan warga Jakarta juga menjadi fenomena menarik karena mampu mengungguli calon Incumbent pada putaran pertama. Tetapi kami yakin dan optimistis bisa memenangkan Foke-Nara pada putaran kedua," katanya.

Redaktur : Hazliansyah
Sumber : Antara
Allah melaknat orang yang menyuap dan orang yang menerima suap(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  Totok Senin, 16 Juli 2012, 21:25
Yakin se yskin-yakinnya Foke Nara akan jeblok di putaran kedua. Suaranya tinggal separuhnya dari putaran pertama.
  bahruddin Senin, 16 Juli 2012, 16:36
Diputaran pertama sudah kalah apalagi di putaran kedua tambah besar kekalahannya sebab yg pilih foke pada putaran pertama beralih ke Jokowi