Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Social Media Bisa Tebak Juara Pilkada

Jumat, 13 Juli 2012, 21:43 WIB
Komentar : 0
Antara
Sosialisasi Pilkada DKI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Situs monitoring Politicawave menemukan bahwa media sosial (social media) dapat menjadi indikator penentu kemenangan atau kekalahan Cagub-Cawagub dalam Pilkada DKI Jakarta 2012.

"Semakin banyak orang yang membicarakan seorang kandidat dalam sosial media, maka semakin besar potensi tokoh tersebut untuk memenangkan Pilkada," kata Direktur Politicawave Yose Rizal di Jakarta, Jumat (13/7).

Yose mengungkapkan dalam penelitiannya, Politicawave melakukan pemantauan terhadap percakapan yang terjadi di sosial media selama berlangsungnya Pilkada.

"Kami memantau sejumlah social media yang sudah kami jadikan tingkat pengukuran, seperti Facebook, Twitter, Youtube dan Blog," kata Yose.

Menurut Yose, dari pantauan media sosial tersebut dapat terlihat percakapan yang muncul dari pengguna akun lebih bersifat negatif, positif atau netral terhadap pasangan kandidat.

"Apa saja yang mereka bicarakan atau komentari mengenai sosok cagub dan cawagub di sosial media dapat mempengaruhi hasil," ujar Yose.

Politicawave, lanjut Yose, melakukan pemantauan media sosial selama empat minggu (periode). Periode pertama pada 13 Juni hingga 19 Juni, periode kedua 20 Juni hingga 26 Juni, periode ketiga 27 Jun hingga 3 Juli dan periode keempat 4 hingga 10 Juli 2012.

Yose menambahkan pada periode pertama terjadi persaingan yang sangat ketat antara pasangan Fauzi Bowo (Foke)-Nachrowi Ramli (Nara) dan pasangan Joko Widodo (Jokowi)-Basuki Tjahaja Purnama (Ahok). Sementara pada periode terakhir, Jokowi melesat jauh di atas Foke.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
1.945 reads
Dari Tsauban Radhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam melaknat/mengutuk orang yang menyuap, yang menerima suap dan orang yang menghubungkan keduanya.” ([HR. Ahmad dalam bab Musnad Anshar radhiyallahu ‘anhum])
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...