Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Kemenangan Jokowi Buktikan 'Uang Bukan Segalanya'

Jumat, 13 Juli 2012, 18:55 WIB
Komentar : 3
Republika/Agung Fatma
Jokowi-Ahok ketika mendaftar di KPUD DKI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kemenangan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur DKI Joko Widodo dan Basuki Tjahja Purnama (Jokowi-Ahok) atas pasangan incumbent Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli (Foke-Nara), disebut-sebut karena mampu membangkitkan suara kelas menengah di Jakarta. Secara mengejutkan Jokowi-Ahok unggul dengan selisih 10 persen suara terhadap pasangan Foke-Nara dalam quick count Pemilukada DKI putaran pertama.

"Artinya Jokowi sukses dan berhasil memobilisasi kelas menengah ke atas yang biasanya males untuk nyoblos," kata politisi muda dari Partai Amanah Nasional (PAN), Bima Arya Sugiarta dalam acara diskusi 'Membaca Hasil Pemilukada DKI Jakarta' di Jakarta Media Center, Jakarta, Jumat (13/7).

Bima Arya menjelaskan analisisnya tersebut dapat dilihat dari exit poll jumlah orang yang tidak menggunakan hak suaranya atau golput sekitar 37 persen yang didominasi kelas menengah ke bawah. Hal ini menunjukkan Jokowi dapat menggerakkan masyarakat kelas menengah ke atas untuk ke Tempat Pemilihan Suara (TPS), dan memberikan dukungan kepada Jokowi.

Suara yang dimiliki kelas menengah ke atas terhadap Jokowi sangat signifikan. Pasalnya, kelas menegah ke atas di Jakarta kerap dicitrakan malas untuk nyoblos, apatis dan tidak tertarik dengan pemilukada. Namun, kehadiran Jokowi mampu membuat kelas menengah ke atas ini menggeliat.

Selain karena suara dari kelas menengah ke atas, kemenangan Jokowi juga disebabkan karena adanya perpaduan antara kekuatan karakter dan isu. Sedangkan pasangan incumbent Fauzi Bowo atau Foke terus fokus pada branded atau pencitraan.

"Uang bukan segalanya. Saat ini kita masuk dalam era kekuatan karakter dan isu yang lebih cepat menyebar daripada membangun baliho-baliho," tegasnya.

Reporter : Bilal Ramadhan
Redaktur : Karta Raharja Ucu
5.794 reads
Mimpi baik adalah dari Allah, sedangkan mimpi buruk adalah dari setan. Maka seandainya kalian mimpi buruk, meludahlah ke arah kiri dan berlindunglah kepada Allah, karena dengan demikian (mimpi buruk) itu tidak akan memerangkapnya(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  guntur am Kamis, 16 Agustus 2012, 08:54
Jokowi hebat bukan karena kekuatan uang,lobi2 elit...beliau punya karakter pemimpin besar,cintai rakyatnya....semoga beliau menang telak,menang untuk masyarakat jakarta....
  amril Sabtu, 21 Juli 2012, 19:47
Saya sbg warga jakarta benar2 salut terhadap sosok seorang JOKOWI pembawaan nya yg tenang & merakyat merupakan modal besar utk kemenangannya , jangankan di calonkan jadi gubernur DKI, seandainya beliau dicalon kan sbg presiden RI sekalipun saya yakin beliau akan menang mutlak
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda