Monday, 2 Safar 1436 / 24 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Belum Ada Pemenang, KPU DKI Masih Hitung Suara

Thursday, 12 July 2012, 16:19 WIB
Komentar : 0
Wihdan Hidayat/Republika
Pilkada DKI
Pilkada DKI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi DKI Jakarta masih melakukan rekapitulasi hasil penghitungan suara Pilkada DKI. Hingga Kamis (12/4), penghitungan suara masih berlangsung di tingkat kelurahan oleh Panitia Penghitungan Suara (PPS).

Ketua Pokja Kampanye KPU DKI, Suhartono, mengatakan, penghitungan suara di kelurahan akan berlangsung hingga 14 Juli 2012. Kemudian dilanjutkan rekapitulasi di tingkat kecamatan pada 15 hingga 16 Juli 2012. 

Rekapitulasi hasil penghitungan suara di tingkat kabupaten akan dilakukan pada 17 sampai 18 Juli 2012. Sedangkan penghitungan suara di tingkat provinsi oleh KPU DKI dijadwalkan pada 19 hingga 20 Juli nanti.

Sementara itu, untuk menentukan pasangan cagub yang memenangkan Pilkada, dikatakan Suhartono, DKI Jakarta memiliki UU sendiri, yaitu UU No 29 tahun 2007. 

Pada pasal 11 Ayat 1 dijelaskan bahwa pemenang Pilkada harus memperoleh suara lebih dari 50 persen. Kemudian pada Ayat 2 disebutkan, jika tidak ada pasangan cagub yang memperoleh suara sesuai ayat 1, diadakan pilkada putaran kedua. Yang akan diikuti oleh pasangan calon yang memperoleh suara terbanyak pertama dan kedua.

"Jika ada yang mengatakan pasangan yang memperoleh suara terbanyak pertama, meskipun kurang dari 50 persen bisa langsung ditetapkan sebagai pemenang itu salah. Karena khusus di Jakarta mengikuti UU 29 tahun 2007," ujarnya di kantor KPU DKI, Kamis (12/7).

Sebelumnya, beredar berita di beberapa forum internet, bahwa pasangan cagub dengan raihan suara terbanyak bisa langsung ditetapkan sebagai pemenang. Pasangan Jokowi-Ahok digadangkan memenangkan Pilkada karena dari hitung cepat berbagai lembaga survei selalu memperoleh suara terbanyak.

"Tidak benar, DKI tetap mengacu pada UU 29 tahun 2007," kata Suhartono.

Reporter : Ira Sasmita
Redaktur : Hafidz Muftisany
Rasulullah SAW bersabda:"Tidak akan masuk neraka orang yang shalat sebelum terbitnya matahari dan sebelum terbenamnya, yakni shalat subuh dan ashar."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Ada-Ada Saja, Ketika Jokowi 'Bernyanyi' di KTT APEC
JAKARTA --  Pidato presiden Joko Widodo pada acara KTT APEC ternyata menarik seorang komposer, Eka Gustiwana. Penggalan pidato Jokowi disusunya menjadi sebuah speech...