Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Jokowi-Ahok Fokus pada 'Otak Perut dan Dompet'

Kamis, 12 Juli 2012, 06:08 WIB
Komentar : 18
Edwin Dwi Putranto/Republika
Pasangan Cagub/Cawagub DKI Jakarta Jokowi (depan kedua kiri) dan Ahok (depan kedua kanan) bersama pendukungnya di posko Tim Sukses di Jalan Borobudur, Jakarta, Rabu (11/7).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Calon Wakil Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama berjanji memfokuskan pada penguatan "otak, perut, dan dompet" warga ibu kota jika dia dan Joko Widodo memenangi pemilihan kepala daerah.

"Otak berarti masyarakat akan menjadi pintar. Perut penuh berarti mereka sehat, dan dompet penuh berarti perekonomiannya kuat," kata pria yang akrab disapa Ahok ini di Jakarta, Rabu (11/7).

Banyak warga ibu kota yang memiliki otak cerdas tetapi tidak diikuti kesejahteraan, katanya kepada wartawan sehubungan pelaksanaan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI Jakarta.

Karenanya, pasangan Jokowi-Ahok berjanji memfokuskan program kerja pemerintahannya kelak jika menang pada pendidikan dan kesehatan, katanya.

"Program pendidikan 12 tahun dan Jamkesmas itu kuno. Kami bisa membiayai warga hingga perguruan tinggi dan mendatangkan tenaga medis ke rumah-rumah warga yang tidak mampu," katanya.

Menurut dia, warga Jakarta memerlukan pemimpin yang memiliki karakter melayani dan mau berkorban untuk publik.

Hasil hitung cepat Indo Barometer, Kompas, dan Lembaga Survei Indonesia menunjukkan pasangan Jokowi-Ahok meraih lebih dari 42 persen suara atau mengungguli lima pasangan calon gubernur dan wakil gubernur DKI Jakarta lainnya.

Menurut hasil hitung cepat itu, posisi kedua ditempati pasangan Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli dengan lebih dari 33 persen suara sehingga Pilkada DKI Jakarta diperkirakan berlangsung dua putaran.

Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Sumber : Antara
10.675 reads
Seorang wanita masuk neraka karena mengikat seekor kucing tanpa memberinya makanan atau melepaskannya mencari makan dari serangga tanah((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  Sudchada Kamis, 26 Juli 2012, 11:39
You're the gertaset! JMHO
  umat Kamis, 12 Juli 2012, 22:21
sabda Rasul : Fakir mendekati Kafir. Tak ada Iman kalo perut kosong.... Mie bungkus menghancurkan iman ribuan jutaan orang...
  rara Kamis, 12 Juli 2012, 22:19
kalo iman kepada Tuhan Yang Maha Esa..itu urusan pribadi masing2, gak usah jdi bahan politik. Negara ini pluralisme berdasar Pancasila dg moto "Bhineka Tunggal Ika". Jadi kesejahteraan, kesehatan, pendidikan, sosial kehidupan warga yg jadi prioritas..!!
  hari Kamis, 12 Juli 2012, 21:18
buat yang mempermasalahkan iman dan sejenisnya,tolong dianalisa dan dikaji apakah pemimpin yang menyengsarakan rakyatnya adalah orang yang beriman.
  aya Kamis, 12 Juli 2012, 19:47
slogan perut dan dompet memang sangat menjual...Padahal semuanya bukankah dari Allah?
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda