Kamis, 27 Ramadhan 1435 / 24 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register

Ruhut: Kemenangan Jokowi Cambuk Bagi Parpol Pendukung Foke-Nara

Rabu, 11 Juli 2012, 21:57 WIB
Komentar : 2
Antara/Andika Wahyu
Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul.
Ketua Departemen Komunikasi dan Informasi Partai Demokrat, Ruhut Sitompul.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Ketua DPP Partai Demokrat Ruhut Sitompul mengakui, warga Jakarta saat ini melihat figur, bukan partai politik sehingga mesin-mesin partai politik harus bekerja maksimal.

Kekalahan pada putaran pertama menjadi cambuk bagi seluruh parpol pendukung Foke-Nara. "Hasil ini menjadi cambuk. Tapi kami yakin putatan kedua lebih fokus dalam menjalankan strategi," tuturnya.

Dia justru memprediksikan akan banyak kandidat yang merapat ke Foke-Nara. "Aura pasangan lain, kami lihat akan bergabung dengan kita. Karena pada waktu itu empat pasangan lain masih punya harapan memenangkan pilkada. Tapi kenyataan lain. Itulah politik, selalu last minute terjadi perubahan," katanya.

Perolehan hitung cepat JSI memastikan Jokowi-Ahok unggul dalam Pilkada DKI putaran pertama dengan perolehan suara 41,97 persen (48.413 suara).

Sedangkan calon gubernur incumbent' Foke-Nara meraup suara 34,42 persen (39.703 suara), kemudian disusul HNW-Didik dengan 11,4 persen (13.148), Alex Noerdin-Nono Sampono 5,16 persen (5.854), Faisal-Biem 5,16 persen (5.949) dan Hendardji-Riza Patria memperoleh 1,88 persen (2.173).

JSI juga mencatat tingkat partisipasi pemilih hanya 62,07 persen dari total sampel suara 115.340 suara.
Metodologi 'quick count' JSI ini dilakukan menerapkan teknik multistage random sampling dan margin error 1 persen, sampel 400 TPS dari jumlah populasi resmi 15.059 TPS dan 6.962.348 pemilih.

Distribusi sampel 'quick count' JSI ini mengambil sampel di masing-masing wilayah, yaitu Kota Jakarta Barat dengan sampel 88 TPS, Jakarta Pusat 45 TPS, Jakarta Selatan 86 TPS, Jakarta Timur 111 TPS, Jakarta Utara 69 TPS dan Kepulauan Seribu 1 TPS.

Redaktur : Djibril Muhammad
Sumber : Antara
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Buka Puasa Bersama Obama Diwarnai Seruan Boikot
WASHINGTON -- Acara buka puasa tahunan di Gedung Putih diwarnai seruan boikot, sebagai bentuk protes kebijakan pemerintahan Obama terhadap konflik di Gaza. Selengkapnya...