Monday, 27 Zulqaidah 1435 / 22 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Cagub-Cawagub Tandatangani Nota Kesepakatan Pilkada Damai

Wednesday, 20 June 2012, 15:51 WIB
Komentar : 2
Antara
Sosialisasi Pilkada DKI
Sosialisasi Pilkada DKI

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Enam pasangan cagub - cawagub Provinsi DKI Jakarta menandatangani nota kesepakatan damai di Mapolda Metro Jaya, Rabu (20/6). Prosesi penandatangan tersebut juga disaksikan Kapolda Metro Jaya dan Pangdam Jaya.

Kapolda Metro Jaya, Irjen Pol Untung S Rajab, menyatakan, penandatanganan itu merupakan upaya membangun komitmen antar enam pasangan cagub - cawagub untuk turut menciptakan keamanan dan ketertiban selama proses rangkaian pilkada digelar. Selain itu, ungkap dia, masing-masing calon juga harus siap terpilih dan tidak terpilih dalam pemungutan suara.

Dalam hal pengamanan, Untung menegaskan, polisi akan senantiasa mengawal setiap fase dari rangkaian pilkada DKI Jakarta. Dengan pengawalan itu, dia menyatakan, proses pilkada dapat berjalan dengan lancar dari awal sampai akhir pemungutan suara.

Apabila terdapat ketakpuasan dalam hasil pilkada, Untung menyebutkan, ada dua hal yang dapat ditempuh. Pertama, tutur dia, adalah lewat jalur musyawarah dan yang kedua yakni melalui saluran hukum.

"Jalur hukum itu bisa perorangan atau pun organisasi," ujar Untung di hadapan sejumlah wartawan.

Dalam acara penandatanganan itu, tidak semua cagub maupun cawagub hadir di Mapolda Metro Jaya. Namun, secara keseluruhan, keenamnya telah diwakili oleh cagub ataupun cawagubnya.

Mereka yang hadir secara lengkap adalah pasangan Hendarji - Ahmad, Alex - Nono dan Faisal - Biem. Sedangkan, mereka yang datang mewakili cagub atau pun cawagubnya adalah Ahok selaku pasangan cagub Jokowi, Nara selaku pasangan cagub Fauzi Bowo dan Hidayat Nur Wahid selaku pasangan cawagub Didik.


Reporter : Asep Wijaya
Redaktur : Hazliansyah
Mereka bertanya, "Ya Rasulullah, apakah kami berobat?" Beliau menjawab, "Ya, wahai hamba-hamba Allah. Sesungguhnya Allah meletakkan penyakit dan diletakkan pula penyembuhannya, kecuali satu penyakit yaitu penyakit ketuaan (pikun)".((HR. Ashabussunnah))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar