Rabu, 10 Sya'ban 1434 / 19 Juni 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ahok dan Faisal Debat Masalah 'Kecap Nomor 1'

Rabu, 06 Juni 2012, 19:24 WIB
Komentar : 3
Antara
Cagub-Cawagub DKI Jakarta Jokowi-Ahok
Cagub-Cawagub DKI Jakarta Jokowi-Ahok

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon Gubernur (Cagub) nomor 5, Faisal Basri berdebat dengan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) nomor 3, Basuki Tjahja Purnama mengenai pernyataannya tentang jualan 'kecap nomor 1.'

Dalam penyampaian program visi dan misinya di Universitas Al-Azhar Indonesia (UAI), Basuki atau yang akrab disapa Ahok ini mengatakan, bahwa semua calon berupaya mengatakan programnya paling terbaik. Atau dalam istilah Ahok adalah berusaha menjual 'Kecap Nomor 1'.

Tapi, jelas Ahok, dirinya melihat seorang pemimpin yang menjual 'kecap nomor 1' terbaik adalah pemimpin yang benar-benar telah teruji ketika ia menjabat sebagai kepala daerah.
 
"Saya dan Pak Jokowi sudah teruji memimpin daerah tanpa memungut uang korupsi, terbukti kami mendapat penghargaan pemimpin daerah anti korupsi," ujar Ahok pada acara Diskusi Cagub-Cawagub DKI di UAI, Rabu (6/6).

Namun pernyataan Ahok itu, langsung disela oleh Faisal Basri. Ia tidak sepakat dengan istilah menjual 'Kecap nomor 1' itu.

Menurut Faisal keikutsertaan dirinya dan pasangan calon nomor 5, Biem Benyamin sebagai independen justru menjawab kemuakan masyarakat atas kebobrokan calon dari Partai Politik yang seringkali terindikasi korupsi.

"Saya tidak sepakat dengan istilah menjual kecap nomor 1 itu, karena saya rasa itu tidak tepat diistilahkan kepada saya," ujar Faisal.


Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Hazliansyah
1.830 reads
Hati-hatilah terhadap dusta. Sesungguhnya dusta membawa kepada kejahatan dan kejahatan membawa kepada neraka. Selama seorang dusta dan selalu memilih dusta dia tercatat di sisi Allah sebagai seorang pendusta (pembohong)((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
  ibnu Sabtu, 16 Juni 2012, 11:40
terserah eloaja asal kamu bahagia.
  a Kamis, 7 Juni 2012, 04:15
hanya jago politik pencitraan faktanya angka kemiskinan di kota solo 14 % di Sumsel 13,95 % di jakarta cuma 3,46 % ( baca data BPS TH 2011 )
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Awal Masuknya Islam di Vanuatu
VANUATU--Islam pertama kali masuk ke Vanuatu, pada tahun 1978, tepatnya pada Desa Melle, lewat seorang tokoh bernama Hussein Nabanga. Sebelum ke...
Content x