Sabtu, 11 Jumadil Awwal 1434 / 23 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Ahok: Rakyat Perlu Keadilan Sosial, Bukan Bantuan Sosial

Jumat, 01 Juni 2012, 18:34 WIB
Komentar : 0
Antara
Cagub-Cawagub DKI Jakarta Jokowi-Ahok

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Calon wakil gubernur (cawagub) nomor 3, Basuki Tjahja Purnama menyindir calon incumbent dalam penyampaian programnya mengenai pemimpin Jakarta yang berkarakter Pancasila.

Basuki atau akrab disapa Ahok ini menyindir, bahwa nilai Pancasila seringkali disalahartikan oleh pemimpin Jakarta. Ia mencontohkan sila kelima dari Pancasila, Keadilan Sosial bagi seluruh rakyat, yang sering disalah artikan.

"Rakyat itu butuh keadilan sosial, bukan bantuan sosial," ujar Ahok kepada audiens para Pejuang dan Dewan Harian Kejuangan Nasional '45. Sontak sindiran Ahok itu pun disambut tepuk tangan para pendengar.

Sindiran Ahok ini bisa jadi mengarah pada dana bantuan sosial atau dana hibah pemerintah daerah Provinsi DKI Jakarta yang dinilai cukup besar, Rp 1,3 triliun.

Disinyalir oleh Indonesian Corruption Watch (ICW), ada potensi dana ini digunakan untuk pemenangan calon tertentu.

Karenanya menurut Ahok, dibutuhkan Pemimpin yang bukan perampok.

"Yang dibutuhkan adalah pemimpin yang jujur, transparan serta berani tanpa kompromi," terang Cawagub yang berpasangan dengan Walikota Solo, Joko Widodo ini.


Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Hazliansyah
1.486 reads
Sesungguhnya seorang pemimpin itu merupakan perisai, rakyat akan berperang di belakang serta berlindung dengannya. Bila ia memerintah untuk takwa kepada Allah azza wa jalla serta bertindak adil, maka ia akan memperoleh pahala. Namun bila ia memerintah dengan selainnya, maka ia akan mendapatkan akibatnya.(HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda