Friday, 15 Jumadil Awwal 1436 / 06 March 2015
find us on : 
  Login |  Register

KPUD: Pasca-Perbaikan, Jumlah DPT Cenderung Menyusut

Monday, 28 May 2012, 20:40 WIB
Komentar : 2
Pemilukada DKI Jakarta
Pemilukada DKI Jakarta

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) DKI Jakarta mengklaim jumlah Pemilih cenderung menurun setelah dilakukan perbaikan. Penurunan jumlah ini menurut anggota KPUD DKI Jakarta Pokja Pendataan Pemilih, Aminullah berdasarkan penyisiran terakhir yang akan selesai pada Senin (28/5) malam ini.

"Hingga hari ini kecenderungannya meyusut dari yang semula ditetapkan KPUD," ungkap Aminullah kepada Republika, Senin (28/5).

Lebih lanjut Aminullah mengatakan, dimungkinkan bahwa setelah penetapan nanti DPS yang sebelumnya berjumlah 7,04 juta pemilih akan berkurang. Namun ia belum bisa mengonfirmasi berapa data terakhir penyusutan DPT ini.

Aminullah juga menegaskan bahwa KPUD tetap akan berpatokan dengan data DPS yang bersumber dari Daftar Penduduk Pemilih Potensial Pemilu (DP4). "Kita masih tidak berpatokan dengan data e-KTP, karena payung hukumnya masih menggunakan DP4," ungkapnya.

KPUD DKI Jakarta melakukan perbaikan DPS dengan menyisir ulang daftar pemilih di 267 kelurahan dan 44 Kecamatan. Penolakan atas penetapan Daftar Pemilih Tetap (DPT) oleh tim pasangan calon, Sabtu (26/5) lalu, membuat KPUD harus menyisir kembali daftar pemilih untuk meminimalisir kecurangan pemilih fiktif.

Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Djibril Muhammad
Tahukah engkau apa yang menghancurkan Islam?” Ia (Ziyad) berkata, aku menjawab, “Tidak tahu.” Umar bin Khattab RA berkata, “Yang menghancurkan Islam adalah penyimpangan orang berilmu, bantahan orang munafik terhadap Alquran, dan hukum (keputusan) para pemimpin yang menyesatkan.”(Riwayat Ad-Darimi, dan berkata Syaikh Husain Asad: isnadnya shahih))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
JJF 2015 akan Eksplore Indonesia
JAKARTA -- Java Jazz Festival akan kembali digelar tahun 2015. Kali ini menjadi kali ke-11 Java Jazz Festival diselenggarakan dan tema yang diangkat...