Rabu, 7 Zulhijjah 1435 / 01 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Hidayat: No 4 Referensi dari 4 Pilar Bangsa Indonesia

Minggu, 13 Mei 2012, 16:15 WIB
Komentar : 1
Agung Supriyanto/Republika
Hidayat Nur Wahid
Hidayat Nur Wahid

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pasangan calon Gubernur DKI Jakarta yang diusung dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Hidayat Nur Wahid-Didik J Rachbini menyambut baik nomor urut yang di dapat dalam ajang Pemilukada Juni mendatang. Menurut Hidayat makna nomor 4 itu adalah referensi dari 4 pilar bangsa Indonesia.

"Nomor 4 bisa bermaksud mereferensikan 4 pilar bangsa Indonesia, yaitu Pancasila, Undang-Undang Dasar 1945, Negara kesatuan Republik Indonesia, Bhineka Tunggal Ika," ujar Hidayat kepada Republika disela acara futsal para kader PKS di Kebagusan, Jakarta Selatan, Ahad (13/5).

Selain itu, ungkap Hidayat nomor 4 juga menggambarkan hari ke empat dalam bahasa Arab, yaitu Rabu (11/7), hari pemilihan mendatang. "Ya mungkin Allah sudah menakdirkan angka 4 ini sebagai bagian dari Hidayat dan Didik untuk memenangkan Pilkada ini," ungkapnya.

Namun walau demikian, Hidayat tidak mau terjebak dengan simbol angka semata. Menurut dia, walau bagaimana pun nomor adalah cara untuk mensuksekan Pilkada. "Karena yang paling penting adalah seluruh kandidat menampilkan program terbaik dan tidak melakukan kampanye hitam dan fitnah terhadap salah satu calon," paparnya.

Setelah penetapan pasangan calon dengan menetapkan nomor urut pada Sabtu (12/5) malam. Nomor urut keenam pasangan calon Gubernur DKI Jakarta yaitu nomor urut 1 Fauzi Bowo-Nachrowi Ramli, nomor urut 2 Hendardji Supandji-Ahmad Riza Patria, nomor urut 3 Joko Widodo-Ahok, nomor urut 4 Hidayat-Didik, nomor urut 5 Faisal Basri-Biem Benjamin dan nomor urut 6 Alex Nurdin-Nono Sampono.

Reporter : Amri Amrullah
Redaktur : Dewi Mardiani
Tidak ada suatu rezeki yang Allah berikan kepada seorang hamba yang lebih luas baginya daripada sabar.((HR Al Hakim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Warna Tajam' Pesona Khas Batik Madura
Madura -- Tak hanya dikenala sebagai penghasil garam, ternyata Madura juga memiliki batik yang mempesona. Salah satu perajin batik, Siti Maimona mengatakan warna...