REPUBLIKA.CO.ID | EPAPER REPUBLIKA
Saturday, 23 September 2017
3 Muharram 1439
Find us on:
Selesai dengan Hati
Thursday, 01 Jan 1970

Dalam penyelesaian konflik dengan Singapura, menurut Venus, Soeharto memakai hati. Dia menyelesaikan masalah secara 'nglurug tanpa bala, menang tanpa ngasorake'.

Di Singapura, Usman dan Harun dianggap penjahat, tetapi di Indonesia dianggap sebagai pahlawan. Maka perseteruan Indonesia-Singapura, selesai dengan hati. Selesai dengan menempatkan karangan bunga. "Hati merupakan dasar filosofis komunikasi orang Melayu,'' ujar Venus.

Mengutamakan hati, kata Venus, orang Melayu mempertimbangkan keberterimaan pesan. "Sukarno, Ahok, tipe orang yang lebih banyak memakai logika –dasar komunikasi orang Barat, sehingga yang muncul bukan keberterimaan,''kata Venus.

Dalam berkomunikasi, orang Melayu bukan sekadar menggunakan akal untuk mengirim dan mencerna pesan. Orang Melayu juga menggunakan hati, perasaan, dan spiritulalitas.

Venus sengaja menggali warna komunikasi Melayu dalam komuninasi Nusantara. Proyek penggalian warna lokal komunikasi Nusantara ditekankan pada nilai-nilai etnik Nusantara. "Kerja ini diorientasikan untuk memperkaya jati diri kita, seperli yang dilakukan Jepang, teori-teori barat dijepangkan, demikian juga di India,'' jelas Venus.

Di Jepang, kata Venus, ada 40 persen konten lokal dalam kajian ilmu komunikasinya, di India ada 22 persen konten lokal.   Oleh Priyantono Oemar