Kamis , 16 February 2017, 11:45 WIB

Jual Sukuk Ritel, BSM Bidik Ibu Rumah Tangga dan Pegawai Swasta

Rep: Idealisa Masyrafina/ Red: Nur Aini
Antara
Sukuk Ritel (ilustrasi)
Sukuk Ritel (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Syariah Mandiri (BSM) ditunjuk pemerintah untuk menjual Sukuk Negara Ritel (SR)-009 sebesar Rp 750 miliar. Dengan nilai nominal per unit Rp 1 juta, minimal investasi per peserta adalah Rp 5 juta dan maksimal Rp 5 miliar, perseroan membidik investor dari kalangan ibu rumah tangga dan Pegawai Swasta.

SR-009 adalah Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) berupa investasi sukuk yang ditujukan bagi investor WNI perseorangan. SR-009 diterbitkan dalam mata uang rupiah dan dipasarkan melalui agen penjual yang ditunjuk pemerintah. Melalui Kementerian Keuangan, pemerintah telah menunjuk 22 agen penjual termasuk Bank Syariah Mandiri.

“Alhamdullilah, kami memperoleh kepercayaan pemerintah sebagai agen penjual Sukuk Ritel sejak pertama kali terbit yaitu dari seri SR-001 hingga seri SR-009” ujar Edwin Dwidjajanto, Direktur Distribution and Services BSM, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (16/2). SR-009 mulai dipasarkan 27 Februari -17 Maret 2017. Adapun tenornya tiga tahun yakni (22 Maret 2017-10 Maret 2020).

Namun, pemerintah belum mengumumkan secara resmi berapa kupon pada SR-009 ini. Berdasarkan data historis, mayoritas investor sukuk ritel di BSM adalah ibu rumah tangga dan pegawai swasta. “Kami telah memetakan customer base potensial  dan melakukan sosialisasi internal eksternal di berbagai media sebagai strategi pemasaran SR-009,” tutur Edwin.

Dia menambahkan,  SR-009 dapat  menjadi recruiter product dalam meningkatkan jumlah nasabah baru. Penambahan nasabah baru akan menjadi multiplier effect terhadap penjualan produk BSM lainnya. "Investor dapat menjual SR-009 di pasar sekunder setelah meng-hold minimal satu periode kupon yakni 22 Maret 2017 sampai dengan 10 April 2017. Sebagai agen penjual kami siap jadi stand-by buyer di pasar sekunder,’’ kata Edwin.

Kendati begitu, karakter investor di BSM sebagian besar memegang Sukuk Ritel-nya hingga jatuh tempo. Setiap tahunnya tren investor yang membeli sukuk negara ritel di BSM mengalami peningkatan. Hal ini dikarenakan instrumen  investasi jenis ini mudah prosesnya, terjangkau, berprospek bagus, dan sangat aman karena dijamin oleh pemerintah.