Ahad , 30 Oktober 2016, 17:00 WIB

Saat Musik Bertemu Prosa

Red:

Dalam rantai makanan, Serigala tentu ditakdirkan sebagai pemangsa Rusa. Keduanya tidak mungkin dapat berjalan bersamaan lantaran adanya perbedaan sifat hewani masing-masing.

Hukum alam itu juga berlaku dalam buku Teman Sepuluh Tahun karya Dalam Jenggala, yang berisikan dua penulis muda, Roni Ernawan dan Anom Farid berkolaborasi bersama S.W.U.N alias Toma Pratama.

Berbeda sedikit dengan hukum alam dan rantai makanan, Sang Pemangsa dalam buku tersebut tidak berusaha memakan Sang Rusa. Hanya, pemburu mendekati buruannya untuk berusaha menjalani hidup bersama.

Tapi, jelas itu hal yang tidak mungkin. Itu sebabnya kami memakai dua karakter itu dalam buku ini, kata Roni Ernawan. Kedua karakter sengaja dipilih lantaran merefleksikan kehidupan nyata kedua tokoh. Anom mengatakan, tokoh asli inspirasi buku secara nyata memang memiliki banyak perbedaan besar.

Teman Sepuluh Tahun merupakan kisah cinta berdasarkan realita yang dibalut secara antropomorfisme. Roni mengatakan, itu sengaja dilakukan tidak ada yang merasa tertuduh sebagai insirasi dari kisah tersebut.

Kisah perburuan Sang Serigala mengejar Sang Rusa berjalan hingga puluhan tahun. Keduanya bertemu, berpisah lalu bertemu kembali dan begitu seterusnya, dengan berbagai peristiwa terjadi di dalamnya.

Berlatar alam liar dan berbagai musim, pembaca dibawa ke dalam pergolakan emosi karakter-karakter dalam cerita yang merefleksikan kehidupan manusia. Sentimen pembaca akan lebih terasa menyusul musik dan ilustrasi gambar dalam buku tersebut.

Roni mengatakan, audiobook ini sengaja dibuat untuk memerikan pengalaman tersendiri bagi penikmat buku dan musik. Penikmat seni dan literasi diharapkan dapat membaca, melihat, serta mendengar cerita dan musik unik secara menyeluruh.

Anom mengatakan, pengerjaan audiobook itu berawal dari diskusi ringan. Tak puas hanya menjadi sebuah buku, Binatang Jenggala lantas melengkapi karya mereka dengan ilustrasi dan musik.

Karena yang seperti ini kami rasa masih cukup jarang dan bahkan belum ada di Indonesia, kata Anom. Audiobook setebal 37 halaman ini merupakan prosa yang dibagi kedalam 13 chapter. Setiap chapter disertakan ilustrasi serta musik untuk mengantar pembaca menikmati kisah Serigala dan Rusa.

Proses pengerjaan audiobook ini dimulai pada November 2015. Baru pada Oktober ini buku diluncurkan dan dapat diperoleh pembaca di www.bintangpress.com. Sementara musik dapat diunduh melalui iTunes.

Roni mengatakan, produksi musik, ilustrasi, dan tulisan relatif mudah. Kesulitan datang ketika harus mencocokkan prosa dengan musik elektro bertempo rendah.

Anom Farid mengatakan, audiobook seperti Teman Sepuluh Tahun merupakan konsep baru. Dia mengatakan, ke depannya bisa saja konsep serupa digunakan, misal untuk orang yang sudah malas membaca.

Tapi intinya semoga buku ini mewakili tentang perasaan orang-orang yang merasakan cinta, tapi enggak sampai, katanya. Pengisi musik Toma Pratama tampil dengan tutup kepala berbentuk serigala dan mengiringi tujuh storyteller. Personel band Mocca itu berharap, musik buatannya kali ini bakal disukai pendengar.

Dalam audiobook ini, Toma menciptakan lagu yang terkesan mengawang. Teman Sepuluh Tahun ini kan kebanyakan tentang kegalauan, jadi musiknya juga mengawang, katanya.      rep: Rizkyan Adiyudha, ed: Nina Chairani