Rabu , 18 January 2017, 15:00 WIB

Daerah Janji Prioritaskan Lansia

Red:

BANDUNG -- Kantor Kementerian Agama di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota berjanji akan memprioritaskan tambahan kuota haji pada tahun ini untuk jamaah lanjut usia. Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kantor Wilayah Kemenag Provinsi Jawa Barat, Ajam Mustajam, mengatakan, lansia selalu menjadi prioritas untuk diberangkatkan terlebih dahulu.

Selain pertimbangan kesehatan, lamanya waktu tunggu menjadi pertimbangan. Apalagi, jumlah lansia dalam daftar tunggu mencapai puluhan ribu orang.

"Berkaitan kuota tambahan, tergantung regulasi pusat. Memang lansia selalu menjadi prioritas karena di Jabar jumlah daftar tunggunya bahkan nggak habis satu kuota keberangkatan. Masih ada 60 ribuan lansia di daftar tunggu calon jamaah haji," kata Ajam kepada Republika di Bandung, Jabar, Selasa (17/1).

Ia menjelaskan, jumlah tersebut hanya sebagian dari sekitar 560 ribu orang yang masuk dalam daftar antrean. Jika diperhitungkan dengan kuota per tahun yang diterima Jabar, waktu tunggu keberangkatan mencapai 17 tahun.

Menurut Ajam, setiap tahun Jawa Barat memberangkatkan 37 ribu orang calon haji saat kuota normal. Namun, kala pengurangan dilakukan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi, kuota berkurang menjadi 29 ribu orang.

Ia pun berharap Jabar bisa mendapat tambahan kuota haji. Dengan demikian, daftar tunggu bisa berkurang meski tidak terlalu besar.

"Tambahannya berapa, kami masih menunggu info dari pemerintah. Tapi, tentunya kami sangat berharap bisa mendapat tambahan karena kan jumlah penduduk Jawa Barat paling banyak di Indonesia," ujar Ajam.

Kepala Sub Bagian Hubungan Masyarakat Kanwil Kemenag Lampung, Istutiningsih, kepada Republika di Bandar Lampung, Lampung, menjelaskan, seperti keberangkatan haji tahun-tahun sebelumnya, prioritas tetap diberikan kepada jamaah lansia. Prioritas juga ditujukan kepada jamaah yang tidak memiliki mahram dan jamaah yang mengalami kesulitan secara fisik.

Meskipun demikian, Istutiningsih mengaku belum ada pembahasan secara khusus terkait prioritas tambahan kuota untuk jamaah lansia. Sebab, belum ada surat resmi dari Kemenag perihal jumlah kuota yang diperoleh Lampung.

Menurut Istutiningsih, sebelum pemulihan, kuota haji Lampung sebanyak 6.200 orang. Sementara setelah dipangkas 20 persen, jumlahnya menjadi 5.026 orang. 

Pelaksana tugas Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kanwil Kemenag Provinsi Bali Nurkhamid membenarkan bahwa tambahan kuota haji untuk jamaah lansia harus diproritaskan. Dengan begitu, saat berangkat, mereka berada dalam kondisi fisik prima.

"Tapi, pemberian prioritas itu jangan sampai menghilangkan hak berhaji jamaah yang masih muda karena mereka kan juga sudah mendaftar. Jadi fifty-fifty-lah," kata Nurkhamid kepada Republika di Denpasar.

Ia menjelaskan, alokasi tambahan kuota masih menunggu keputusan Kemenag di Jakarta. Nurkhamid menyebutkan, kuota haji Bali dalam kondisi normal berjumlah 639 orang.

Namun, setelah dilakukan pemotongan dalam empat tahun terakhir, jumlahnya menyusut menjadi 512 orang.

Sejumlah pihak yang dikonfirmasi Republika pekan lalu, antara lain, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) dan Majelis Ulama Indonesia (MUI) meminta agar tambahan kuota haji dialokasikan untuk jamaah lansia. Faktor kesehatan menjadi pertimbangan utama lembaga-lembaga tersebut.

Berdasarkan kompilasi data dari Kementerian Agama dan Kementerian Kesehatan, dari total jamaah haji 2016 yang mencapai 168.800 orang, sekitar 58.700 orang di antaranya merupakan jamaah risiko tinggi (risti). Kategorisasi jamaah risti didasarkan pada usia yang telah melebihi 60 tahun dan mengidap suatu penyakit, seperti hipertensi.

Sementara itu, jumlah jamaah yang berusia di atas 75 tahun mencapai 25,31 persen. Jumlah itu setara dengan 42.723 orang.      rep: Zuli Istiqomah, Mursalind Yasland, Ahmad Baraas, ed: Muhammad Iqbal