Rabu , 01 Juli 2015, 15:00 WIB

Binakarya Kembangkan Tiga Proyek Properti

Red:

Bisnis properti di Tanah Air masih menjanjikan. Karena alasan itu pulalah PT Binakarya Jaya Abadi berencana mengembangkan tiga proyek baru, dua proyek berlokasi di Bali dan satu di Bekasi, Jawa Barat.

"Tiga proyek properti ini akan dikembangkan melalui entitas anak usaha perseroan," ujar Presiden Direktur PT Binakarya Jaya Abadi Budianto Halim, di Jakarta, pekan lalu. Ia menjelaskan, ketiga proyek  baru tersebut adalah Hotel Horisan Bali dengan luas area 2.000  meter persegi dan ditargetkan selesai pada 2017.

Proyek kedua adalah Hotel Dhyana Pura Seminyak di Bali, dengan luas lahan hampir 13 ribu meter persegi dan ditargetkan selesai 2018. Yang terakhir berupa pengembangan apartemen Juanda di Bekasi, Jawa Barat, dengan luas lahan melebihi 11 ribu meter persegi, serta ditargetkan tuntas tahun 2019, "Ke depan kami merencanakan proyek baru sejalan dengan akuisisi perseroan terhadap lahan-lahan potensial," kata Halim.

Pabrik bata ringan
Guna mendukung bisnis properti tersebut, Binakarya juga memperlebar sayap usahanya  dengan mendirikan pabrik bata ringan atau dikenal dengan Betacon. "Skala usaha kami saat ini melebar, namun tetap berkaitan dengan properti, seperti memproduksi bata ringan," kata Budianto.

Halim menjelaskan, Binakarya mengeluarkan Betacon dengan kapasitas produksi 180 ribu meter kubik per tahun. Produksi itu akan terus meningkat guna memenuhi permintaan pasar yang juga semakin lebar. "Bata ringan kita ini punya pasar sendiri, komposisinya 78 persen eksternal (dijual) dan sisanya diserap proyek internal," tuturnya, seperti dikutip Antara. Semua proyek properti perseroan akan menggunakan bata ringan produk sendiri.

Selain itu, menurut dia, bisnis Betacon yang baru digeluti itu menjadi penyumbang pendapatan perusahaan sekitar  delapan persen pada 2014. Ia  optimistis bisnis bata ringan tersebut akan semakin besar dengan  jumlah produksi terus meningkat dari tahun ke tahun.

Pada kesempatan tersebut, perseroan juga memaparkan rencana penerbitan 238.150.769 saham baru dengan kisaran harga Rp 900 hingga Rp 1.300 per lembar serta menargetkan perolehan dana sebesar Rp 310 miliar dari kegiatan itu.

Dana hasil initial public offering (IPO) nantinya akan digunakan antara lain untuk belanja modal sekitar 50 persen, juga sebagai refinancing utang dan modal kerja, masing-masing sebesar 30 dan 20 persen. Masa penawaran telah dilakukan pada 4-11 Juni 2015.

Selanjutnya, perseroan berencana melakukan penjatahan saham pada 29 Juni 2015 serta distribusi saham pada 30 Juni 2015, yang mana pencatatan saham di Bursa Efek Indonesia akan digelar pada 1 Juli 2015. Ed:khoirul azwar