Jumat , 13 January 2017, 17:15 WIB

Nissan Kembangkan Mobil Swakemudi

Red:

Teknologi terbaru  kini menjadi penggerak pasar otomotif dunia. Beragam teknologi terkini disematkan  pada produk teranyar mobil  sebagai upaya memenangkan pasar dan sekaligus memenuhi keinginan para konsumen global.

Atas dasar itulah Nissan melakukan berbagai terobosan teknologi dan kerja sama baru dalam mengembangkan produk-produknya. Langkah ini juga sekaligus sebagai bentuk penjabaran visi Nissan Intelligent Mobility.

Beragam terobosan dan rencana kerja sama tersebut disampaikan oleh    CEO Nissan, Carlos Ghosn saat tampil sebagai pembicara dalam Consumer Electronic Show (CES) 2017 di Las Vegas, Amerika Serikat, pekan lalu.

Menurut Ghosn, visi Nissan Intelligent Mobility akan mengubah bagaimana mobil dikendarai, ditenagai, dan diintegrasikan ke dalam kehidupan masyarakat secara lebih luas. Teknologi dalam Nissan Intelligent Mobility ini nantinya akan mempercepat hadirnya masa depan yang sesuai dengan tujuan Nissan, yaitu minim emisi dan kecelakaan (Zero-Emission, Zero-Fatality).

"Sejak awal, Nissan bekerja untuk mengembangkan teknologi yang tepat untuk memenuhi seluruh spektrum model kendaraan kami, dan nantinya dapat dinikmati oleh sebanyak mungkin kalangan," ujarnya dalam siaran pers yang diterima Republika. Langkah ini membutuhkan bukan hanya sekadar inovasi, melainkan kecerdikan. "Inilah yang hendak kami hadirkan melalui Nissan Intelligent Mobility."

Ghosn memaparkan, terobosan teknologi yang akan diimplementasikan pada mobil listrik Nissan,  di antaranya,  'Seamless Autonomous Mobility' (SAM), yang dikembangkan dari teknologi NASA. Teknologi ini nantinya dapat mempercepat waktu yang diperlukan Nissan untuk menguji coba kendaraan-kendaraan swakemudi miliknya.

SAM, disebut Ghosn, bekerja melalui teknologi kecerdasan buatan AI (artificial intelligence) yang ada pada kendaraan. Dengan dukungan manusia, teknologi ini memungkinkan kendaraan swakemudi membuat keputusan dalam situasi tak terduga dan membangun ingatan serta pengetahuan dalam kecerdasan buatan kendaraan. Teknologi ini memiliki potensi besar untuk mempercepat tibanya masa, di mana jutaan kendaraan swakemudi dapat saling mendukung dengan manusia yang mengemudikannya.

Kendaraan swakemudi  untuk keperluan komersial ini akan diuji coba di Jepang. Menurut Ghosn, Nissan bekerja sama dengan DeNA - perusahaan internet Jepang, akan memulai uji coba tahun ini di beberapa lokasi  di Jepang. Uji coba ini nantinya bakal membawa strategi swakemudi Nissan selangkah lebih maju.

Nissan, menurut Ghosn, juga akan  meluncurkan generasi terbaru Nissan Leaf yang dilengkapi teknologi ProPilot. Nissan Leaf dengan ProPilot  akan mampu dijalankan secara swakemudi di jalan satu lajur di jalan tol.

Kendaraan generasi baru ini dirancang berdasarkan kecakapan Nissan membuat mobil listrik. Sejauh ini, menurut dia, perusahaannya telah memasarkan lebih dari 250 ribu unit Nissan Leaf di seluruh dunia sejak 2010.    Oleh Khoirul Azwar