REPUBLIKA.CO.ID | EPAPER REPUBLIKA
Jumat, 18 Agustus 2017
26 Zulqaidah 1438
Find us on:
Tertibkan Penyebar Hoax
Kamis, 01 Jan 1970

Saat ini, marak dilakukan perlawanan terhadap berita palsu atau hoax. Kampanye melawan berita palsu dilakukan oleh media massa, pemerintah, maupun lembaga swadaya masyarakat.

Langkah ini, menurut saya, sangat tepat dan didukung karena masyarakat mempunyai hak atas berita yang benar. Jika persebaran berita palsu dibiarkan terjadi terus-menerus, kita tidak lagi bisa tahu apakah sebuah berita itu benar terjadi atau tidak.

Presiden sendiri sudah menyampaikan kegelisahannya dengan makin maraknya berita palsu, terutama di media sosial. Pemerintah melalui Kominfo sudah melakukan langkah untuk membendung situs-situs berita palsu.

Tapi, menurut saya, langkah untuk mengadang berita palsu melalui imbauan Presiden maupun Kominfo tidak bisa effektif jika kesadaran masyarakat untuk menangkal berita palsu tidak dibangun. Bukan rahasia lagi pihak-pihak yang banyak menyebarkan berita palsu di media sosial adalah para pendukung calon presiden yang bertarung dalam pilpres lalu. Atau juga calon gubernur yang bertarung dalam Pilkada di DKI Jakarta saat ini.

Karena itu, jika ingin menangkal persebaran berita palsu, seharusnya para pendukung setia atau relawan fanatik ini diimbau untuk berhenti menyebarkan berita-berita palsu itu. Pemilihan presiden sudah usai. Mestinya  semua pihak sudah  move on. Tak perlu lagi saling serang dan menghinakan melalui berita di medsos.

Firmansyah
Pasar Minggu, Jakarta Selatan