REPUBLIKA.CO.ID | EPAPER REPUBLIKA
Friday, 28 April 2017
2 Sya'ban 1438
Find us on:
Kerapatan Borneo Perkokoh Kebinekaan
Thursday, 01 Jan 1970

JAKARTA  -- Sekjen Kerapatan Raja Sultan se-Borneo (Kerapatan Borneo), Sultan Haji Khairul Salleh Al Mu'tashim Billah, mengatakan, kerajaan dan kesultanan di Tanah Borneo telah memberikan andil yang cukup besar mengetengahkan nilai kebudayaan lokal dan diplomasi kebudayaan. Nilai tersebut menguatkan semangat Bhinneka Tunggal Ika bangsa Indonesia. 

"Gelaran dan perhelatan kebudayaan yang dilaksanakan adalah cerminan dari apresiasi dan keberterimaan rakyat masing-masing kerajaan dan kesultanan di wilayahnya," ujar Sultan Haji Khairul Salleh dalam keterangannya kepada Republika, Selasa (10/1).

Sultan Banjar ini mengungkapkan, sepanjang waktu berjalan semakin semarak dan kian bergairah, rakyat dalam turut mengawal misi-misi Kerajaan dan Kesultanan. Dalam konteks Kerapatan Borneo, dia menilai diperlukan langkah strategis dan nyata untuk menggaungkan hajat dan aspirasi rakyat Borneo lebih besar lagi.

Ia berharap gairah tersebut tidak terkotak dalam wilayah masing-masing, tetapi memiliki keterjalinan antarwilayah dan antarmasyarakatnya. Keterjalinan rasa tersebut perlu dipadukan dalam rentak yang sama, yakni bagaimana rakyat Borneo bisa mendapatkan perhatian lebih dari pemerintah pusat dalam hal pembangunan dan kesejahteraan serta keadilan.

Menurut dia, pada 16 Desember 2016 lalu, Kerapatan Raja Sultan se-Borneo (Kerapatan Borneo) telah menggelar Musyawarah Agung di Hotel Royal Kuningan Jakarta. Ada sekitar 10 utusan dan perwakilan dari berbagai Kerajaan,  Kesultanan, Kedatuan dan Kepemangkuan Adat Borneo melengkapi kegiatan  musyawarah tersebut.

Utusan yang hadir dalam Musyawarah Agung itu adalah Kesultanan  Banjar sebagai tuan rumah perhelatan, Kerajaan Matan Tanjung Pura, Ketapang Kalbar, Kerajaan Landak Kalbar, Kerajaan Kubu KalBar, Kerajaan Mempawah KalBar, Kesultanan Pontianak Kalbar, Kerajaan Sintang Kalbar, Kerajaan Kutai Kertanegara Kaltim, Kerajaan Paser Kaltim, Kesultanan Bulungan Kaltara, dan Kerajaan Sambaliung Kaltara.

Sultan Haji Khairul Saleh mengungkapkan, Kerapatan yang didirikan tahun 2012 di Ketapang dan dikokohkan pendiriannya tersebut di Martapura, Kalimantan Selatan, tahun 2013 itu didedikasikan sebagai forum silaturahim antarkerajaan di tanah Borneo. Tujuannya untuk memberikan masukan dan pemikiran kepentingan rakyat Borneo dan Indonesia pada umumnya.

Pihaknya menginginkan masyarakat Indonesia semakin berkembang menjadi lebih baik. Mereka harus mendapatkan ilmu pengetahuan untuk memajukan bangsa. Selain itu, mereka juga harus tetap mempertahankan budaya bangsa agar terhindar dari budaya asing.      Oleh Erdy Nasrul