Ahad , 08 January 2017, 11:00 WIB

Sebelah Mata buat SEA Games

Red:
SEA Games akan segera dihelat di Malaysia, Kuala Lumpur, pada 19-31 Agustus 2017. Indonesia akan menjadi salah satu negara yang akan berpartisipasi dalam pesta olahraga tersebut. Namun, sejak jauh hari, kontingen Indonesia sepertinya hanya memberikan sebelah mata saja untuk ajang multicabang kawasan Asia Tenggara ini.

Ini terlihat dari sikap Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) yang memberikan kuota atlet tidak terlalu banyak. Menpora Imam Nahrawi menyatakan akan memberi kuota yang diberangkatkan hanya sekitar 250 atlet. Padahal, saat SEA Games 2013 di Singapura, Indonesia memberangkatkan 565 atlet.

Bukan tanpa alasan, Imam membuat kuota tersebut. Kali ini, Indonesia ingin membuat ajang SEA Games 2017 hanya sebagai bagian dari persiapan menuju Asian Games 2018. ''SEA Games ini sesungguhnya tidak menjadi prioritas,'' kata Imam.

Imam menganggap, perhelatan SEA Games seperti ajang persahabatan di kawasan negara ASEAN saja. Untuk itu, Imam sama sekali tidak menaruh target tertentu dalam ajang SEA Games karena hanya sebagai bantu loncatan menuju Asian Games 2018.

Kuota atlet yang diturunkan itu berdampak dengan cabang olahraga yang akan diikuti oleh Indonesia. Imam menyatakan, Indonesia hanya mengikuti cabang olahraga Olimpiade saja saat SEA Games 2017. Ini tentunya menjadi bagian untuk menargetkan persiapan atlet bertanding di Asian Games 2018.

''SEA Games banyak cabor-cabor nonolimpik yang dipertandingkan. Kita lebih bergeser sedikit kepada cabor-cabor olimpik saja,'' tutur Imam. Untuk itu, Indonesia tidak akan mengirimkan atlet untuk cabang olahraga nonolimpik.

Selain alasan tersebut, Imam berpendapat, SEA Games sesungguhnya tidak masuk ke dalam target utama. Sebab, lanjut dia, SEA Games tidak masuk dalam agenda International Olympic Committee (IOC). ''IOC hanya mengenal Asian Games dan Olimpiade saja,'' kata politisi PKB ini.

Apalagi, Indonesia menjadi tuan rumah perhelatan Asian Games 2108 sehingga akan lebih fokus menyukseskan prestasi di ajang tersebut. Dia menegaskan, semua perhelatan pada 2017 betul-betul sebagai uji coba menuju Asian Games 2018.

''Untuk bonus, tetap ada tapi akan dikurangi. Nanti akan dilebihkan untuk Asian Games dan Olimpiade,'' kata Imam.

Imam meminta supaya tidak ada pihak atau masyarakat yang mempermasalahkan hasil dari SEA Games. Namun, dia akan tetap melakukan evaluasi terhadap perhelatan SEA Games tersebut. ''Jadi jangan mempersoalkan apa pun pada 2017. Ini bagian untuk persiapan Asian Games 2018,'' pintanya.

 ed: m akbar

Berita Terkait