Selasa , 17 January 2017, 14:00 WIB

Cegah Cacat Lahir pada Anak

Red:

Kecacatan pada bayi biasanya merupakan bawaan sejak lahir. Karena itu, sebelum dan semasa hamil, ibu harus mempersiapkan diri dengan perencanaan yang matang dan pemenuhan gizi dan nutrisi yang cukup. Salah satu kecacatan pada bayi adalah spina bifida atau cacat tabung saraf, dari otak dan tulang belakang pada anak.

Untuk mencegah kecacatan tabung saraf, ibu yang berencana hamil perlu melengkapi nutrisi hariannya dengan mengonsumsi asam folat. Suplemen tersebut berisi vitamin B-9 yang sangat dibutuhkan pada awal-awal kehamilan.

Berbagai bahan makanan, termasuk sayuran dengan daun berwarna hijau gelap dan biji-bijian, mengandung vitamin B-9 dalam bentuk folat. Namun, asupan dari makanan biasanya tidak mencukupi jumlah harian yang direkomendasikan. "Meminum suplemen asam folat dapat mencegah cacat lahir yang sangat serius dan itu suplemen yang aman," kata dokter Alex Kemper, seperti dilansir dari Reuters, Jumat (13/1).

United States (US) Preventive Services Task Force menyebutkan dalam Journal of American Medical Association bahwa suplemen harus berisi 0,4 hingga 0,8 miligram asam folat. "Ada multivitamin yang memiliki jumlah asam folat yang tepat di dalamnya. Tetapi, Anda juga bisa mendapatkan suplemen tanpa komponen lain di sana," ujar Kemper yang juga dokter anak di Duke University Medical School di Durham, North Carolina, Amerika Serikat (AS).

Sebelumnya, pada 2009 telah ada rekomendasi serupa bagi para perempuan yang berencana hamil. Namun, kini US Preventive Services Task Force memastikan kembali bahwa rekomendasi tersebut masih relevan saat ini.

Anggota dari satuan tugas ini mengatakan, data untuk bayi yang mengalami cacat tabung saraf sekitar 11 sampai 12 anak per 10 ribu kelahiran. Data tersebut adalah sebelum AS mulai mendorong para perempuan untuk mengonsumsi suplemen asam folat.

Saat ini tingkat kecacatan tersebut sekitar enam sampai tujuh kasus per 10 ribu kelahiran. Suplemen asam folat diharapkan bisa mencegah 1.200 hingga 1.300 kejadian cacat tabung saraf setiap tahunnya.      rep: Melisa Riska Putri/reuters, ed: Dewi Mardiani