REPUBLIKA.CO.ID | EPAPER REPUBLIKA
Tuesday, 27 June 2017
3 Syawwal 1438
Find us on:
Sehat dan Bugar dengan Berat Badan Ideal
Thursday, 01 Jan 1970

REPUBLIKA.CO.ID,Sehat dan Bugar dengan Berat Badan Ideal

Paradigma anak bertubuh gemuk itu sehat ternyata salah besar.

Semakin maraknya keanekaragaman kuliner di dunia membuat setiap orang tergoda untuk mencicipinya. Selain rasa yang lezat, makanan itu juga dapat mengenyangkan dan memberikan sensasi kepuasan, baik di lidah maupun di dalam perut.
 
Kenikmatan tersebut juga menyulitkan upaya mengontrol nafsu makan. Akibatnya, bahaya kegemukan atau obesitas kerap menghantui, terutama bagi mereka yang badannya memang sudah gemuk.
 
Kegemukan atau obesitas ini ternyata juga tidak hanya melanda orang dewasa, namun juga anak-anak remaja usia 14 tahun ke atas. Jika dahulu terdapat paradigma bahwa anak yang bertubuh gemuk itu sehat, ternyata hal tersebut salah besar.
 
Sebenarnya, anak atau orang yang bertubuh gemuk sedang menimbun lemak yang berisiko menyebabkan penyakit berbahaya. Selain itu, sel lemak di dalam tubuh orang gemuk mengeluarkan zat yang merusak.
 
Menurut spesialis gizi klinik MRCCC Siloam Hospitals Semanggi, DR dr Samuel Oetoro MS SpGK (K), setiap orang di dunia ini berisiko mengalami kegemukan, tidak peduli usia maupun jenis kelamin yang diakibatkan oleh timbunan lemak. Ciri-ciri kegemukan adalah memiliki leher hitam yang tampak seperti daki atau kotoran, akibat kadar insulin di dalam darahnya yang semakin berkurang.
 
Leher menghitam tersebut merupakan cikal bakal pradiabetes sehingga kadar gula dalam darahnya tinggi. "Kemungkinan orang tersebut juga berisiko terkena penyakit tidak menular lainnya," kata sang dokter dalam sebuah pembicaraan interaktif di Jakarta, Rabu (2/12).
 
Orang yang memiliki tubuh gemuk, lanjut Samuel, biasanya tidak memiliki umur yang panjang. Maka, penting untuk selalu menjaga berat badan yang ideal dengan mengukur lingkar pinggang agar tetap bisa hidup lebih panjang.

Ukuran lingkar pinggang ideal bagi perempuan adalah 80 cm, sedangkan pada laki-laki adalah 90 cm. Sementara itu, untuk mengetahui kegemukan yang dialami masuk ke dalam kategori ringan atau berat diperlukan pula pengukuran dengan menghitung indeks masa tubuh (IMT) secara detail dalam sebuah rumus kedokteran.
 
"Caranya dengan mengukur berat badan kita dalam satuan kilogram dibagi tinggi badan dalam satuan sentimeter lalu dikuadratkan. Misalnya, saja, berat badan kita 77 kg dengan tinggi 176 cm. Maka, total IMD kita adalah 77/(1,76)² = 24,86 kg/m². Dengan nilai 24,86 kg/m² tersebut, tubuh kita termasuk dalam kategori normal," katanya menjelaskan.
 
Terdapat perbedaan kategori dalam kriteria WHO dan WHO Asia Pasifik.  Kriteria Asia Pasifik diperuntukkan bagi orang-orang yang berdomisili di daerah Asia. Karena, IMD orang Asia lebih kecil sekitar 2-3 kg/m² dibanding orang Afrika, Eropa, Amerika, ataupun orang Australia.
 
Apabila total IMD kurang dari 18,5 kg/m², maka dapat dikatakan orang tersebut memiliki IMD yang rendah. Batas normal IMD seseorang sendiri adalah antara 18,5 kg/m² hingga 24,9 kg/m². Sementara, IMD lebih dari 25 kg/m² hingga 30 kg/m² ke atas dapat dikategorikan mengalami obesitas ringan hingga berat.
 
Agar seseorang mendapatkan berat badan yang ideal, maka perlu melakukan program diet. Akan tetapi, diet yang dimaksud, bukan sekadar mengurangi berat badan, tapi juga harus mengubah pola hidup yang sehat, menghindari paparan polusi, dan yang paling penting adalah tidak merokok.
 
Selain itu, perlu adanya motivasi dan niat di dalam diri guna memiliki tubuh ideal, sehat, dan bugar hingga tua nanti. Jika motivasi dan niat sudah timbul maka akan sangat mudah mewujudkan pola hidup yang sehat dan bugar. 

Samuel juga mengimbau agar setiap orang menjaga pola pikirnya supaya tetap sehat (tidak stres), selalu berusaha berpikir positif, dan rajin berolahraga sehingga tubuh tetap sehat dan bugar. Beristirahat dan tidur cukup yang berkualitas selama 6-8 jam juga tak kalah penting untuk selalu diterapkan setiap hari. n c04 ed: erdy nasrul

***
Cara Diet yang Benar


Ketika seseorang sedang menjalankan program diet, kebanyakan dari mereka cenderung banyak mengurangi porsi makanan mereka sehari-hari secara drastis. Padahal, jika hal tersebut dilakukan, akan membuat tubuh menjadi lemas dan kaget karena porsi makanan hariannya secara tiba-tiba berkurang banyak.
 
Dalam mengurangi porsi makanan harian, sebaiknya dikurangi secara bertahap sebanyak seperempat dari porsi makanan biasanya. Tapi, sebagian orang yang hendak menurunkan berat badan dengan cepat, biasanya cenderung mengurangi porsi makanannya sebanyak setengah porsi.
 
Hal tersebut, ternyata menurut DR dr Samuel Oetoro MS SpGK (K) justru keliru karena akan mengakibatkan masalah lain bagi tubuh. Seperti, sakit maag, mual, lemas, hingga sulit berkonsentrasi akibat perutnya masih merasa lapar dan belum kenyang.
 
"Penting untuk diketahui bahwa tubuh butuh karbohidrat, tapi konsumsi karbohidrat perlu dikurangi dan diperhatikan karena mengandung banyak zat glukosa yang berpotensi menimbulkan lemak. Bagi mereka yang hendak mengurangi berat badan, sebaiknya sudah harus menjauhkan makanan yang manis-manis, softdrink, mentega, santan, dan beberapa golongan seafood," katanya, dalam kesempatan yang sama.
 
Selain itu, yang tak kalah penting adalah tidak mengonsumsi gorengan yang marak dijual dipasaran. Sebabnya, makanan yang menggunakan minyak goreng berulang kali, berpotensi memicu diabetes dan penyakit berbahaya lain. 

"Yang benar adalah mengurangi porsi makan, bukan malah mengurangi jam makan. Perbanyak konsumsi buah, sayur, dan makanan dengan sumber protein tinggi, jangan banyak mengemil makanan kecil karena justru hal tersebut yang dapat meningkatkan berat badan. Untuk mengatasi hal tersebut, sebaiknya perbanyak konsumsi air putih," katanya melanjutkan.
 
Selain itu, disarankan juga mengonsumsi nasi yang ditambahkan agar-agar (plain) dalam proses memasaknya. Hal ini dikarenakan serat yang ada dalam agar-agar dapat mengembang dalam lambung dan sangat mengenyangkan. n c04 ed: erdy nasrul

***
Tips Mendapatkan Berat Badan Ideal


1.       Ubah pola makan
Kurangi mengonsumsi makanan cepat saji. Jika perlu, konsumsi makanan berkarbohidrat kompleks, seperti kentang atau roti. Tapi, kentang harus dikonsumsi dengan kulitnya, dan roti yang dikonsumsi juga harus berbahan dasar gandum. Hal tersebut dikarenakan kulit kentang dan gandum mengandung banyak serat dan zat antioksidan tinggi yang penting untuk tubuh.
 
2.       Olahraga rutin
Minimal seminggu tiga kali selama 30 menit. Bagi mereka yang memiliki tubuh gemuk, disarankan tidak melakukan olahraga ringan seperti berjalan kaki. Tetapi, disarankan untuk rutin melakukan olahraga minimal seminggu empat kali, dengan intensitas waktu minimal satu jam.
 
3.       Menjaga lingkungan
 Lingkungan yang dimaksud adalah kebersihan diri dan sekitarnya, dengan tidak mengonsumsi rokok dan menghindari polusi dari rokok serta asap kendaraan bermotor.
 
4.       Harus tetap mengonsumsi buah 
Walaupun buah mengandung banyak zat gula, namun tubuh orang yang mengalami kegemukan tetap memerlukan vitamin dari buah-buahan. Tapi, perlu dibatasi konsumsinya. Sementara, buah yang tidak disarankan untuk dikonsumsi oleh orang bertubuh gemuk adalah durian, pisang, nangka, dan mangga. 

5.       Laksanakan program diet awal di delapan pekan pertama. 
6.       Bagi yang memiliki berat badan rendah, tetap harus mengatur pola makan.
 
Sumber: DR dr Samuel Oetoro MS SpGK (K)

KUTIPAN:
Yang benar adalah mengurangi porsi makan, bukan malah mengurangi jam makan. Perbanyak konsumsi buah, sayur, dan makanan dengan sumber protein tinggi.