Senin , 05 Januari 2015, 16:48 WIB
klinika

Angka Kematian Ibu Melahirkan Menurun

Red: operator

REPUBLIKA.CO.ID, Angka kematian ibu hamil maupun melahirkan di Sumatra Utara mengalami tren penurunan atau tinggal 152 orang per Oktober 2014.

"Tahun 2013, jumlah kematian masih mencapai 249 orang dan 274 orang tahun 2012. Penurunan di 2014 itu tentunya menggembirakan," kata Kepala Dinas Kesehatan Sumut RR Siti Hartati Surjantini, di Medan, Rabu. Penekanan angka kematian itu sebagai upaya untuk mendukung pencapaian program Millenium Development Goals (MDG's) 2015.

Siti Hartati menjelaskan, jumlah kematian ibu yang sebanyak 152 orang itu dari total 206.990 bayi yang lahir hidup di Sumut. Dari 33 kabupaten/kota di Sumut, Kabupaten Asahan, menjadi penyumbang terbanyak angka kematian ibu, yaitu 214 orang.

Selain Asahan, Langkat dan Mandailing Natal menjadi penyumbang angka kematian ibu terbanyak tahun ini. "Kota Medan, kematian ibunya  paling sedikit atau hanya enam orang saja," ujarnya.

Dia menjelaskan, dari hasil survei, penyebab terbesar kematian ibu yakni  pendarahan sebanyak 50 orang, eklampsia 43 orang, lain-lain 41 orang, infeksi 10 orang, partus macet 5 orang, dan abortus 3 orang.

Selain ibu, angka kematian bayi dan balita di Provinsi Sumut selama 2012-2014 juga menunjukkan grafik menurun. Pada 2014 ini misalnya, kematian neonatal sebanyak 828 orang, bayi 1.012 orang dan balita 1.122 orang.

Guna mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat, pemerintah mengoperasikan sejumlah sarana, prasarana, dan fasilitas kesehatan, seperti pusat kesehatan masyarakat (puskemas) sebanyak  416 unit nonrawat inap dan 154 rawat inap. Sementara, untuk fasilitas rumah sakit terdapat 206 unit, yaitu 49 milik pemerintah dan 157 swasta. Antara ed: khoirul azwar