Selasa , 28 Oktober 2014, 13:00 WIB

kesehatan- Anak Buta Warna

Red:

Buta warna, kelainan mata yang satu ini terkadang tidak disadari para penderitanya. Hal itu karena mereka umumnya bukan tidak dapat melihat suatu warna, tetapi hanya kesulitan membedakan nuansanya. Apa sebenarnya buta warna itu?

Dokter spesialis mata Amyta Myranti menjelaskan bahwa buta warna adalah ketidakmampuan mengenali warna, baik satu ataupun seluruh warna. Hal ini terjadi karena kurangnya pigmen pada sel kerucut di lapisan retina mata. Mata mempunyai tiga jenis sel kerucut yang sensitif terhadap cahaya dan terletak di dalam retina. Setiap jenis sel ada yang sensitif terhadap warna merah, hijau, atau biru. Manusia dapat membedakan warna bila mempunyai sejumlah tertentu sel-sel seperti itu. "Pigmen di sel kerucut retina inilah yang memungkinkan orang mengenali warna," ujarnya.

Orang yang buta warna akan kesulitan membedakan warna merah, hijau, biru, atau campuran dari berbagai warna. Buta warna bakal membuat orang mungkin tidak dapat melihat salah satu dari tiga warna dasar tersebut atau malah melihat warna tersebut sebagai warna yang berbeda. Buta warna jenis ini tidak mengalami perubahan dari waktu ke waktu. Kebanyakan kasus buta warna disebabkan bawaan sejak lahir (buta warna turunan). "Kebanyakan buta warna diturunkan oleh orang tuanya," kata dr. Amita.

Laki-laki yang mempunyai ibu pembawa sifat buta warna mempunyai risiko lebih besar untuk buta warna. Buta warna diturunkan oleh orang tua kepada anaknya melalui kromosom X. Kromosom pada laki-laki, yakni XY, sedangkan perempuan XX. Jadi, perempuan dengan pembawa sifat buta warna ini berpotensi menurunkan buta warna kepada anaknya kelak. "Buta warna yang diturunkan tidak dapat dihindari karena adanya kelainan kromosom," ujar Amyta yang berpraktik di RS Mata Aini, Jakarta Selatan, ini.

Selain karena keturunan, buta warna bisa pula disebabkan oleh umur, penyakit, dan kecelakaan. Jika buta warna baru terjadi pada usia remaja atau dewasa, penyebabnya bisa dipastikan, penyakit di makula. Degenerasi makula atau kerusakan saraf optik di belakangnyalah yang menjadi pemicunya.

Buta warna yang berasal dari keturunan jauh lebih banyak terjadi dan ini tidak bisa diobati. Sedangkan buta warna yang didapat bukan dari keturunan masih bisa diobati, bergantung pada penyebabnya. Misalnya, jika buta warna disebabkan oleh katarak maka operasi untuk mengangkat katarak dapat mengembalikan penglihatan.

Buta warna ada dua jenis, yakni buta warna total dan buta warna parsial. Buta warna parsial yang paling umum terjadi disebabkan kekurangan pigmen merah-hijau sehingga orang tersebut akan kesulitan mengidentifikasi warna merah-hijau atau campurannya. Buta warna parsial yang lain, yakni kurangnya pigmen warna biru-kuning. "Biasanya penderita buta warna biru-kuning hampir selalu memiliki masalah mengidentifikasi merah-hijau juga," kata Amyta.

Buta warna memiliki dampak besar pada kehidupan seseorang. Untuk itu, penting mendeteksinya sedini mungkin. Kelainan tersebut dapat membatasi pilihan karier anak di masa depan. Akan tetapi, buta warna tidak memengaruhi kemampuan belajar anak. Orang tua sebaiknya menjelaskan dengan bijaksana mengenai keterbatasan yang dimiliki anak karena ada beberapa sekolah dan pekerjaan yang mensyaratkan pelamarnya tidak buta warna. Contohnya, arsitek, teknisi, atau pilot. ed: reiny dwinanda

***
Tes Sederhana

Ada beberapa tes yang bisa dilakukan untuk mendiagnosis buta warna. Tes standar yang paling sering dipakai untuk menyeleksi calon mahasiswa atau pegawai, yaitu tes Ishihara. Ketika mengikuti tes ini, orang harus menyebutkan sejumlah warna yang diperlihatkan.

Ada 38 set warna yang secara ekstensif menskrining buta warna. Tiap set terdiri atas lingkaran-lingkaran dengan titik-titik mosaik bernuansa hijau-merah yang berbeda. Di dalam mosaik terdapat pola-pola angka yang tidak dapat dilihat orang yang buta warna, tetapi mudah dilihat orang normal. Jika seseorang tidak mampu membacanya, berarti ia mengidap buta warna. Cara lain yang bisa dilakukan, yakni dengan mengelompokkan kartu berwarna berdasarkan kemiripan warnanya. Orang dengan masalah penglihatan warna tidak akan dapat melakukan pengelompokan dengan benar.

Penderita buta warna sebaiknya tidak mengandalkan tes sendiri lewat beberapa situs di internet. Tes semacam itu tidak bisa diandalkan. Hasilnya bisa jadi kurang akurat karena pengaruh kontras monitor komputer, cahaya latar berbeda, dan pengaturan setting warna yang berbeda. Untuk mendapatkan hasil optimal, temui dokter spesialis mata.

***
Sejumlah Pertanda

Laman colourblindawareness.org merangkum sejumlah perilaku yang dapat menjadi pertanda awal untuk mencurigai anak usia dini sebagai pengidap buta warna. Berikut beberapa di antaranya.

* Menggunakan warna yang salah untuk suatu objek, misalnya memilih krayon ungu untuk mewarnai daun dan kecenderungan menggunakan warna gelap secara tidak tepat.
* Menolak permainan menyortir barang berdasarkan warnanya.
* Kesulitan mengenali krayon warna merah atau hijau serta warna apa pun yang memiliki komposisi merah dan biru, seperti ungu dan cokelat.
* Ketika mewarnai, anak hanya sebentar saja mampu memusatkan perhatiannya pada aktivitas tersebut.
* Menyangkal adanya masalah perbedaan warna.   
* Kesulitan mengenali warna akan menjadi lebih tinggi saat anak berada di ruang berpencahayaan redup, area berwarna yang kecil, dan warna-warna yang senada.
* Mencium makanan sebelum makan.
* Daya penciumannya tajam.   
* Daya penglihatan malamnya sangat baik.
* Sangat sensitif terhadap cahaya terang.
* Anak mungkin akan mengeluhkan mata atau kepalanya sakit ketika melihat sesuatu yang berwarna merah dengan latar hijau atau sebaliknya.
* Kesulitan membaca halaman berwarna atau lembar kerja yang warnanya tumpang-tindih.