Jumat , 02 September 2016, 20:14 WIB

Antisipasi Keamanan untuk Kelancaran

Red: Arifin

Kota Bandung akan menjadi pusat perhatian masyarakat Indonesia pada pekan ketiga September nanti. Sebab, di Kota Hujan ini akan digelar prosesi pembukaan PON XIX yang rencanya akan dihadiri oleh Presiden Joko Widodo. 

Guna memuluskan hajatan akbar tersebut dan memberikan rasa aman dan ketenangan bagi masyarakat, para atlet, panitia, dan undangan lainnya, pemerintah kota setempat dan Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Barat (Jabar) telah melakukan antisipasi keamanan jika terjadi sesuatu yang tak diinginkan.

Personel dari kepolisian, dinas perhubungan, dan aparat lainnya akan dikerahkan demi kelancaran acara yang mendatangkan perwakilan kebanggaan nasional tersebut.

Kabid Humas Polda Jabar, Kombes Pol Yusri Yunus, mengatakan, pihaknya siap membantu pengamanan perhelatan olahraga tingkat nasional yang diadakan di Jawa Barat. Para personel akan dikerahkan berjaga dari pembukaan hingga penutupan berlangsung.

Yusri menuturkan, keamanan akan diperketat, terutama saat upacara pembukaan, yang rencananya digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) di Gedebage, Kota Bandung, pada 17 September mendatang."Sebanyak 2.535 personel akan dikerahkan untuk mengamankan pembukaan PON XIX," kata Yusri.

Ratusan mobil patroli pengawalan juga disiapkan untuk mengawal para kontingen PON dari berbagai daerah ke tempat menginapnya masing-masing. Sehingga para atlet dari masing- masing cabang olahraga akan merasa aman dan nyaman.

Namun, pihaknya masih menghitung mobil pengawalan yang diperlukan nanti. Ia belum bisa memperkirakan mobil yang disiapkan untuk mengawal kontingen selama perhelatan PON.

"Ada ketentuan atlet tidak boleh disatukan dalam bus. Kami siapkan pengawalan yang banyak untuk mengantar kontingen. Di Kota Bandung ada 29. Kalau se-Jabar ada 68 venue untuk 61 cabang olah raga," ujarnya.

Ancaman teroris Tak hanya itu, pengamanan juga disiapkan untuk mengantisipasi ancam an teroris. Yusri mengatakan, ancaman teroris menjadi perhatian Polda Jabar. Pihaknya tak mau meremehkan setiap potensi kerawanan yang ada dalam pembukaan PON nanti.

Untuk itu, Polda Jabar berkoordinasi dengan Densus 88 guna pemantauan pergerakan pelaku teroris, baik saat pembukaan maupun dalam dalam pelaksanaan PON kelak.

Menurutnya, kerja sama dengan Densus 88 untuk memetakan semua kemungkinan. Serta meningkatkan operasi dan razia dalam hal pencegahan."Intinya, semua lini kami kuatkan untuk pengamanan PON," ucapnya.

Dari pengamanan lalu lintas, pihaknya menunggu kepastian jalur yang akan dipakai oleh Presiden Joko Widodo untuk datang ke Stadion GBLA. Polda Jabar masih menunggu informasi terkait dengan jalur yang akan dipakai oleh Presiden dan rombongannya.

Kepala Badan SAR Nasional (Basarnas) Marsekal Madya TNI FHB Soelistyo mengatakan, pihaknya juga akan membantu gelaran PON XIX yang akan diadakan di Jawa Barat mulai 17 September mendatang. Basarnas menyiapkan personel untuk turut serta membantu kelancaran pelak sanaan PON.

Soelistyo menyebutkan, personel akan dikerahkan untuk membantu keamanan bersama Polri dan TNI. Selain itu, ada juga tim kesehatan yang akan diterjunkan.

"Yang sudah pasti 30 personel untuk bantu Polri dan TNI dan juga tenaga kesehatan sekitar 12 orang," kata Soelistyo usai membuka rakor dan pelatihan SAR di Hotel Grandia, Cihampelas, Kota Bandung, Kamis (25/8).

Jumlah ini dikatakannya masih bisa bertambah. Dengan rencana tambahan personel lagi dari Basarnas Pusat, Yogyakarta, dan Semarang.

Selain personel, Soelistyo menambah bantuan berupa helikopter selama event berlangsung. Agar gelaran PON XIX lebih kondusif.

Ia mengatakan, pihaknya hanya bertugas sesuai dengan tupoksi SAR, yaitu, menjaga dan mengantisipasi keamanan dan evakuasi jika ada hal yang tak terduga terjadi."Pemprov Jabar sudah menyerahkan untuk koordinasi masalah yang terkait evakuasi medis. Termausk juga Polri meminta bantuan SAR," katanya.  rep: Zuli Istiqomah, ed: Khoirul Azwar