Ahad , 08 May 2016, 16:03 WIB

‘Sepanjang Sungai Saat Festival Qingming’

Red: operator

Gulungan seberat 10 kg milik Zhang Jing pun dikeluarkan dari rumah. Para tetangga membantu membentangkannya. Sepanjang 22 meter sulaman kristik karya Zhang Jing pun terbentang. Pepohonan, sungai, jalan-jalan, pejalan kaki, paviliun-paviliun. Mereka yang menyaksikan pun berdecak kagum. 

Sulaman kristik itu copydari lukisan gulung klasik yang terkenal, "Sepanjang Sungai Saat Festival Qingming" (Qing Ming Shang He Tu)

karya Zhang Zeduan. Sang seniman hidup pada awal abad ke-12, era Dinasti Song (960-1279). Lukisan itu menggambarkan kehidupan sehari- hari orang-orang di kota kuno Bian Jing (kini dikenal sebagai Kaifeng). 

Di dalam lukisan itu digambarkan gaya hidup seluruh strata social, kaya dan miskin, juga ragam kegiatan ekonomi di kota itu. Dengan lebih dari 800 orang, 684 hewan ternak, 96 kuda, 25 perahu, 122 pavilion, 124 pohon, 25 kendaraan berupa kereta dan gerobak, sembilan jembatan besar. Istimewanya pula terlihat model pakaian orang- orang di dalamnya dan arsitektur ba - ngunan pada periode itu yang menakjubkan. Dari kejauhan, karya kristik panjang itu bak sebuah lukisan pena. 

`'Pertama kali saya melihat sulaman seindah itu, nggakbiasanya, besar,'' kata Tan Jinhua, seorang tetangga Zhang Jing.

Awalnya, Zhang Jing melihat paket pola kristik ini pada 2012. Ia pun merogoh koceknya cukup dalam.

Dengan 1 juta yuan, ia membeli paket itu dan menjahit tanpa menghitung waktu. Karena konsentrasi pada jahitannya, sering kali ia lupa makan. 

`'Bagian yang paling sulit ada pada adegan di pasar,'' kata Zhang. Pada bagian itu ia harus berhati-hati karena begitu banyak jembatan dan paviliun.

Lukisan "Sepanjang Sungai Saat Festival Qingming" menjadi tantangan yang digemari oleh pencinta sulam tusuk silang alias kristik di daratan Cina. Tahun lalu, Xu Xiaomei (44)

seorang pemilik toko di Yiwu, Provinsi Zhejiang, telah menyelesaikannya dalam waktu tiga tahun. Xu yang selama ini mengerjakan sulaman pola sederhana langsung tertantang. Tiap hari, ia tak lepas dari sulamannya.

Sakit pinggang dan tengkuk menyerang, keinginan untuk menyerah di tengah jalan pun sempat menyergap. 

Lukisan Zhang Zeduan itu tak selalu dituangkan dalam bentuk kristik secara keseluruhan. Zhang Qingwei (47) menggarap sepenggal lukisan itu.

Mantan pekerja tambang yang didiagnosis pneunoconiosispada 2012 menggunakan waktu perawatannya di rumah sakit untuk belajar kristik.

Selama tiga tahun, ia merampungkan 11 karya, sepotong keriaan di Festival Qingming yang sepanjang enam meter itu. Zhang berharap bisa menjual sebagian karyanya untuk membayar ongkos perawatan selanjutnya.  chinanews.com/Nina Chairani