Rabu , 18 Januari 2017, 15:00 WIB

Xi Bicara Globalisasi di Davos

Red:

DAVOS -- Presiden Cina Xi Jinping berbicara soal globalisasi dan perdagangan bebas dalam pidatonya di World Economic Forum (WEF) di Davos, Swiss, Selasa (17/1). Pernyataan ini menegaskan keinginan Beijing untuk memainkan lebih besar peran di pentas global seiring kecenderungan Amerika Serikat (AS) untuk mengarahkan kebijakan ke dalam negeri.

Xi adalah pemimpin pertama yang berbicara di WEF. Forum ini mengikutsertakan pemimpin ekonomi dunia, pemimpin politik, CEO, pemain perbankan, dan para ekonom kelas global. Forum kali ini memainkan peranan penting menyusul sejumlah isu ekonomi global, termasuk Brexit dan terpilihnya Donald Trump.

Dalam pidatonya, Xi mengatakan, globalisasi ekonomi telah menguatkan perkembangan global. Tidak seharusnya sistem ini disalahkan atas sejumlah masalah ekonomi di dunia.

"Adalah fakta bahwa globalisasi ekonomi membuat masalah baru, tapi ini bukan justifikasi untuk menghapus keseluruhan globalisasi," kata Xi dikutip CNBC. Menurutnya, dunia harus mengadaptasi tatanan baru dalam globalisasi untuk mengatasi imbas negatif.

Dengan begitu, manfaatnya bisa dirasakan seluruh negara. Ia memperingatkan, tidak akan ada pemenang dalam perang perdagangan global. Menurutnya, membuat perlindungan memang bisa menghindari masalah, tapi juga bisa menghindarkan dari manfaat.

Selama pidato, Xi mengutip Charles Dickens yang menyebut saat ini kita hidup di dunia kontradiksi. "Globalisasi dipandang sebagai kotak Pandora oleh banyak orang, meningkatkan gerakan populis, dan menyebar di seluruh Barat," kata Xi.

Sementara, ia memandang globalisasi sebagai samudra luas yang tidak bisa dihindari. Ia menegaskan setiap upaya untuk terputus dari dunia itu sangat tidak mungkin. Hal terbaik, menurutnya, yang harus dilakukan adalah memanfaatkan kesempatan bersama menghadapi tantangan.

Xi menawarkan ide untuk ekonomi global agar setiap negara mengadopsi kebijakan baru dan melakukan reformasi struktural yang dibutuhkan. Ia menyeru model-model pertumbuhan ekonomi baru untuk terus berkembang, juga para pembuat kebijakan untuk menargetkan pemerintahan yang adil dan merata.

Pidato Xi hari ini seperti menantang populis Trump yang akan dilantik pada 20 Januari. Forum ekonomi dunia akan berakhir pada tanggal tersebut. Kampanye Trump selama ini termasuk fokus pada sisi proteksi ekonomi AS dari globalisasi. Ia mengkritik sejumlah masalah ekonomi global yang dinilainya sebagai hasil globalisasi. Trump juga tegas dalam rencana konfrontasinya melawan Cina dengan lebih agresif, termasuk dalam hal perdagangan.

Hubungan AS dan Cina juga sedang memburuk karena Trump berhubungan dengan presiden Taiwan untuk pertama kalinya. Trump juga tampak tidak peduli dengan kebijakan mendarah daging Cina soal 'One China policy'.

Kedua pemimpin negara ini tidak memiliki agenda bersama di Davos. Saat konferensi pers di Bern, Xi menekankan pentingnya kerja sama. "Protektif, populis, dan deglobalisasi meningkat. Ini tidak bagus untuk hubungan ekonomi secara global," kata Xi.

Tergantung perdagangan bebas
Cina sebagai negara eksportir terbesar dunia sangat bergantung pada pedagangan bebas. Dengan demikian, aksi protektif beberapa negara membawa gelombang badai bagi perekonomian terbesar Asia itu.

International Monetary Fund  (IMF) memperingatkan pada Senin bahwa masih ada risiko ekonomi yang sedang berlangsung. Termasuk tingginya belanja negara, rekor peminjaman bank negara, dan terlalu panasnya pasar properti.

"Cina masih jadi salah satu dengan risiko tertinggi, dan saya pikir satu-satunya alasan Cina tidak tertinggi dalam daftar adalah karena AS sedang dalam ketidakpastian," kata seorang ekonomi Harvard University, Kenneth Rogoff, pada Reuters.

Selain itu, serangan militan di Eropa dan isu-isu pemilu yang antiglobalisasi juga menjadi tantangan. "Bukan kebetulan Xi memilih tahun ini untuk melakukan perjalanan ke pegunungan ajaib," kata Presiden Eurasia Group, Ian Bremmer, merujuk Davos.

Lebih dari setengah lusin pejabat senior Cina berada di sana pekan ini. Sejumlah sesi forum juga fokus pada ekonomi Asia, termasuk satu sesi yang berjudul "Asia Memimpin".

Pendiri WEF, Klaus Schwab, mengatakan, kehadiran Xi adalah tanda pergeseran dunia unipolar yang didominasi AS. Keberadaan Cina membawa iklim sistem multipolar yang meningkatkan negara-negara besar lain dengan peran besar.

"Kita bisa berharap bahwa Cina di dunia baru ini akan memainkan peran kepemimpinan yang responsif dan bertanggung jawab," kata Schwab. Kedatangan presiden Cina menjadi salah satu simbol untuk menunjukkannya.     rep: Lida Puspaningtyas/reuters, ed: Yeyen Rostiyani