Senin , 16 January 2017, 18:00 WIB

Kementan Lakukan Regenerasi Petani

Red:

JAKARTA -- Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menyiapkan program aksi regenerasi petani pada tahun ini. Program tersebut diciptakan untuk meningkatkan kualitas dan kuantitas petani.

Kepala BPPSDMP Kementan Pending Dadih Permana mengatakan, program ini utamanya akan mencari bibit-bibit petani muda yang mampu menguasai teknologi pertanian serta memiliki kompetensi di bidang informasi pertanian. Menurut dia, salah satu lemah sektor pertanian di Indonesia adalah sulitnya mempertahankan kualitas produksi dan memasarkan produk-produk hingga ke luar negeri.

"Di sisi lain, lahan pertanian semakin berkurang dan petani pun semakin berkurang," katanya, akhir pekan lalu.

Dia menjelaskan, gerakan regenerasi petani akan dikerjakan dengan fokus supaya dapat melahirkan petani muda yang memiliki kompetensi sesuai kebutuhan dunia usaha dan dunia industri. Sehingga, pertanian menjadi profesi bagi para petani.

Untuk mempercepat petani muda, BPPSDMP telah menyusun langkah agar semua unit kerja lingkup lembaga tersebut dapat bahu membahu menghasilkan petani muda yang mau bergerak atau berusaha tani mulai dari hulu hingga hilir.

Di bidang penyuluhan pertanian, jelas dia, para penyuluh diminta dapat melahirkan minimal lima orang petani muda yang dibimbing secara intensif di Balai Penyuluhan Pertanian. Kemudian, di bidang pelatihan pertanian, dilakukan dengan kembali menghidupkan peluang-peluang kerja sama, seperti magang, studi banding, atau kegiatan lain yang mampu mendorong generasi muda peduli terhadap pertanian dan meningkat kompetensinya.

Sementara itu, di bidang pendidikan pertanian, selain dukungan beasiswa terhadap peminat pendidikan pertanian, Kementan juga akan meneruskan keberlanjutan program penumbuhan wirausaha muda pertanian.

Selain program regenerasi petani, BPPSDMP pada tahun ini juga menyiapkan program aksi gerakan pemberdayaan petani terpadu (GPPT) yang merupakan aksi lanjutan.

"Kedua program tersebut merupakan strategi Badan PPSDMP dalam mendukung kebijakan Kementan untuk percepatan swasembada dan peningkatan ekspor melalui penguatan infrastruktur pertanian," katanya.

Dia menyatakan, pada 2017 target produksi nasional untuk 11 komoditas strategis pertanian yang harus dicapai, yaitu padi sebanyak 78,13 juta ton, jagung 25,20 juta ton, dan kedelai 1,20 juta ton.

Kemudian, tebu sebanyak 2,95 juta ton, daging sapi 0,64 juta ton karkas, cabai 2,16 juta ton, bawang merah 1,33 juta ton, sawit 32,66 juta ton CPO, karet 3,56 juta ton biji kering, kopi 0,75 juta ton berasan, dan kakao sebanyak 0,87 juta ton kering.      antara, ed: Satria Kartika Yudha