REPUBLIKA.CO.ID | EPAPER REPUBLIKA
Saturday, 25 February 2017
28 Jumadil Awwal 1438
Find us on:
Mega: Kalau ada yang Mau Macam-Macam, Panggil PDIP
Thursday, 01 Jan 1970

 

Republika/Rakhmawaty La'lang  

 

 

 

 

 

 

 

 

JAKARTA -- Ketua umum PDIP, Megawati Soekarnoputri menegaskan, dukungan partainya terhadap pemerintahan Presiden Joko Widodo-Wapres Jusuf Kalla pada peringatan HUT ke-44 PDIP, kemarin. Ia menjanjikan pengerahan kader bila pemerintahan digoyang.

Megawati mengatakan, apabila ada pihak yang merongrong pemerintahan, PDIP siap menjadi tameng. "Nanti kalau ada yang mau macam-macam, Bapak Presiden-Pak Wapres, panggil saja kita. Kalau ada yang mau macam-macam anak buah saya sudah ada lho Pak," kata Megawati, di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta Pusat, Selasa (10/1).

Presiden ke-5 RI tersebut juga mengungkapkan, kader-kadernya tak ragu menghadapi ancaman kekerasan fisik. Hal itu ia gambarkan dari kejadian pemukulan terhadap kader PDIP, setelah penolakan kedatangan calon gubernur Basuki Tjahaja Purnama di Jakarta Selatan beberapa waktu lalu.

Kader tersebut kemarin juga datang ditandu di atas tempat tidur rumah sakit dan didampingi tim medis. ''Anak buah saya ada yang digaplok, anak ranting lagi. Mungkin kalau sudah sembuh diberi hadiah kehormatan. Anak -anak saya ini nakal-nakal, tapi kalau untuk bangsa dan negara, siap untuk berjuang,'' ujar Megawati.

HUT ke -44 PDIP kemarin dihadiri oleh sejumlah menteri, termasuk Presiden Jokowi dan Wakil Presiden Jusuf Kalla, serta para petinggi partai politik. Hanya tiga parpol yang tak mengirimkan perwakilan mereka, yakni Gerindra, PKS, dan Demokrat.

Partai Golkar diwakili Sekjen Idrus marham, PKB oleh Ketua Umum Muhaimin Iskandar, dan Nasdem juga diwakili Ketua Umum Surya Paloh. Hadir juga Ketua PKPI Hendropriyono, Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan, serta Ketua Umum Hanura Oesman Sapta.

Ketua umum dari dua kubu PPP Djan Faridz dan Romahurmuziy juga bersama -sama hadir dalam acara tersebut. Partai berlambang Ka'bah tersebut saat ini masih berseteru di pengadilan untuk mendapatkan legalitas kepengurusan masing -masing.

Dua calon kepala daerah dari PDIP juga ikut hadir. Di antaranya, calon gubernur Banten Rano Karno, dan calon wakil gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat.

Dalam peringatan HUT PDIP kemarin, mempertahankan kebinekaan Indonesia menjadi tema utama. Tanpa secara khusus menunjuk salah satu pihak, Megawati Soekarnoputri mempersoalkan orang yang beragama, tetapi menanggalkan keindonesiaannya.

Mengutip pernyataan Sukarno, Megawati mengatakan, "Kalau kamu mau jadi Hindu, jangan jadi orang India. Kalau kamu mau jadi orang Islam, jangan jadi orang Arab. Kalau kamu mau jadi orang Kristen, jangan jadi orang Yahudi. Tetaplah jadi orang Indonesia dengan adat budaya nusantara yang kaya-raya ini."

Megawati mengatakan, belakangan muncul pihak-pihak yang dianggapnya antikeberagaman. Mereka disebut Megawati sebagai penganut ideologi tertutup yang memicu isu konflik bernuansa suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA). Mereka juga, menurut dia, bertentangan dengan Pancasila.

Pihak-pihak yang Mega tuding tersebut memaksakan kehendaknya sendiri, tidak ada dialog, dan antidemokrasi. Apa yang mereka lakukan, menurut Megawati, hanyalah kepatuhan yang lahir dari watak kekuasaan totaliter. "Bagi mereka, teror dan propaganda adalah jalan kunci tercapainya kekuasaan," kata Megawati.

Menurut dia, para pemimpin yang menganut ideologi tertutup ini mempromosikan diri mereka sebagai  para peramal masa depan. Megawati menambahkan, para penganut ideologi tertutup kerap meramal kehidupan setelah dunia fana. "Padahal, mereka sendiri tentu belum pernah melihatnya," ujarnya.

Terkait dukungan Megawati tersebut, Presiden Joko Widodo menyebut yang bersangkutan sebagai pejuang demokrasi. Sebagai seorang pejuang, menurut Jokowi, Mega akan melawan siapa pun pihak yang mengganggu demokrasi. "Artinya yang tidak demokratis, yang mengganggu pasti beliau lawan," kata Jokowi, seusai menghadiri peringatan HUT PDIP.

Lebih lanjut, Presiden mengatakan, prinsip yang sama juga akan dilakukan Megawati apabila ada yang mencoba mengganggu jalannya pemerintah. "Karena presiden yang sekarang terpilih secara konstitusional, pasti beliau akan turun dan tadi beliau sudah sampaikan," ucap Jokowi.

Soal seperti apa bentuk dukungan yang akan diajukan Megawati, Jokowi mempersilakannya menjawab sendiri. Mega yang berdiri mendampingi Jokowi saat itu hanya tersenyum dan menolak memberikan pernyataan.

Sekjen PDI Perjuangan Hasto Kristianto menekankan, selama ini partainya memiliki komitmen yang kuat untuk menjaga Pancasila, konstitusi, dan kebinekaan NKRI.  Ia juga menilai, belakangan ada pihak-pihak yang mencoba mengingkari kebinekaan yang telah ratusan tahun terjaga di nusantara.

Ia melanjutkan, seluruh kader PDIP akan menyatukan tekad untuk menjaga kebangsaan RI. ''Karena itu, seluruh kekuatan partai dari Sabang sampai Merauke, Miangas hingga Rote, menjaga kesatuan dan semangat kebangsaan tersebut. Mereka yang mencoba ingkari prinsip itu akan berhadapan dengan PDI Perjuangan,'' katanya menegaskan.      rep: Ali Mansur, Eko Supriyadi, ed: Fitriyan Zamzami