Sabtu , 14 Januari 2017, 14:15 WIB

MAI Foundation Salurkan Ziswaf Rp 50,7 M

Red:

JAKARTA -- Mandiri Amal Insani (MAI) Foundation menghimpun dana zakat, infak, sedekah, serta wakaf (Ziswaf) sebesar Rp 50,7 miliar pada 2016. Dana tersebut telah disalurkan kepada penerima manfaat sebanyak 63 ribu jiwa.

Dana Ziswaf tersebut disalurkan untuk program bina ilmu, bina kesehatan, bina sarana fisik, bina sosial, dan bina ekonomi. "Penghimpunan dana terbesar dari zakat, yaitu sebesar 50 persen," ujar Ketua Dewan Pengurus MAI Foundation Tedi Nurhikmat dalam Public Expose di Jakarta, Jumat (13/1).

Tedi mengatakan, hingga penghujung 2016, MAI telah mendayagunakan dana umat sebesar Rp 49,8 miliar yang didistribusikan kepada delapan asnaf yang berhak menerima bantuan. Penyaluran dibagi menjadi dua, yakni penyaluran rutin sebesar 14 persen dan nonrutin sebesar 86 persen.

Alokasi program nonrutin terbesar terdapat pada program bina sosial, bina kesehatan, dan bina ekonomi. Sementara, program rutin terbesar disalurkan untuk program bina ilmu dan bina sosial.

Jumlah penerima manfaat pada 2016 tertinggi berada di wilayah Jabodetabek sebesar 16,5 ribu orang dari total keseluruhan 27,4 ribu orang. Secara keseluruhan, penerima manfaat pada 2016 mengalami kenaikan 5.500 orang dibandingkan periode 2015.

"Ke depan kami akan menyalurkan secara merata di seluruh wilayah Indonesia, termasuk disalurkan ke tenaga kerja Indonesia yang ada di luar negeri," kata Tedi.

Fokus utama kegiatan MAI saat ini adalah memperkuat jaringan di setiap kantor wilayah atau region di lima kantor wilayah (kanwil). Kanwil tersebut berada di Medan, Bandung, Semarang, Surabaya, dan Makassar.

MAI Foundation selanjutnya akan masuk ke manajemen Ziswaf yang modern agar data dapat terpantau dengan baik. Tujuannya, agar pengembangan program bisa lebih luas.

General Manager MAI Foundation Abdul Ghofur mengatakan, untuk mencapai visi misi dan target, dibutuhkan inovasi serta improvisasi di dalam berbagai pelaksanaan program. Pada tahun ini, MAI Foundation akan fokus dalam penguatan kerelawanan sosial dan kewirausahaan sosial di masyarakat. "Pada 2017 kami menargetkan penghimpunan sebesar Rp 23 miliar," ujar Abdul.

Selain itu, MAI Foundation juga akan melakukan strategi besar yang dinamakan EXIST. Exist merupakan singkatan dari expansion, intensification, dan institutional building. MAI Foundation menargetkan pertumbuhan ekspansi pasar sebesar 30 persen tahun ini. Ekspansi pasar ini untuk meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjalankan kewajibannya melaksanakan zakat, infak, sedekah, dan wakaf.

Selain itu, MAI Foundation juga akan melakukan peresmian sekolah MI Al Bayan Mandiri di Pamijahan, Kabupaten Bogor, pada hari ini. Sekolah tersebut merupakan program Master Piece MAI Foundation yang memiliki kurikulum modern dengan memadukan konsep pembelajaran umum dan agama.      rep: Rizky Jaramaya, ed: Satria Kartika Yudha