Senin , 06 October 2014, 14:00 WIB

Lesunya Cina, Impresifnya Korea Utara

Red:

Hasil akhir perolehan medali di Asian Games ke-17 Incheon, Korea Selatan, kian menegaskan supremasi Cina sebagai negara terkuat di arena olah raga, khususnya di kawasan Asia. Negara dengan jumlah penduduk terbesar di Asia itu pun berhasil mempertahankan tradisi juara umum Asian Games yang terentang sejak Asian Games 1982.

Di Incheon, kontingen Cina berhasil mengumpulkan total 342 medali dengan catatan 151 medali emas, 108 medali perak, dan 83 medali perunggu. Raihan ini jauh meninggalkan dua negara pesaing terberat mereka, Korea Selatan dan Jepang. Tuan rumah duduk di peringkat kedua dengan raihan 79 medali emas, 71 medali perak, dan 84 medali perunggu.

Namun, jika dibandingkan dengan prestasi Cina di Asian Games ke-16, empat tahun lalu, ada sedikit penurunan prestasi buat kontingen Cina. Di beberapa cabang unggulan, Cina justru gagal bersaing. Seperti, di cabang voli, tim putri Cina harus mengakui keunggulan tim putri Korea Selatan di babak final. Ini menjadi kekalahan pertama mereka sejak Asian Games 1998. Pun, dengan tim putra yang harus menyerah di tangan Jepang dan Korea Selatan.

Jika di Guangzhou, kontingen Cina bisa meraih 199 medali emas, catatan itu jauh menurun di Incheon. Bahkan, catatan 151 emas di Incheon merupakan catatan terburuk kontingen Cina sejak Asian Games Busan, 2002 silam. Namun, Asian Games ke-17 Incheon juga menyimpan optimisme tersendiri terkait kemampuan atlet-atlet asal Asia.

Dengan partispasi sekitar lebih dari 9.500 atlet dari 45 negara peserta dan memperebutkan sekitar 1.454 medali, Asian Games ke-17 mencatatkan kesuksesannya tersendiri. Selama 16 hari gelaran pesta olah raga tersebut di Asia itu, setidaknya tercatat ada 14 rekor dunia terpecahkan dan lebih dari 40 rekor asia harus ditulis ulang karena berhasil runtuh.

''Jumlah-jumlah ini menandakan perkembangan signifikan di kawasan Asia. Semua pihak cukup puas dengan penyelenggaran dan level pertandingan yang digelar di event ini,'' kata Presiden Komite Olimpiade Asia (OCA) Sheik Ahmad al-Fahad al-Sabah, dalam sambutannya di acara penutupan Asian Games ke-17, Sabtu (4/10) waktu setempat.

Presiden OCA asal Kuwait itu kemudian menambahkan, Asian Games sebenarnya bukan hanya persaingan memperebutkan medali. Tapi, yang lebih terpenting adalah membawa harum nama bangsa dan negara anggota. ''Event ini adalah soal bagaimana atlet mereprentasikan negara mereka masing-masing. Berbuat yang terbaik dan memberikan kebanggan pada masing-masing negara. Event ini soal sportivitas, fair play, dan persahabatan,'' lanjut Ahmad al-Fahad.

Pernyataan Al Fahad ini pun seolah sejalan dengan penampilan impresif yang ditunjukkan kontingen Korea Utara. Meski hanya datang dengan kekuatan kontigen sekitar 150 atlet, negara serumpun sekaligus seteru Korea Selatan itu mampu membuka mata dunia terkait kekuatan olah raga mereka.

Prestasi paling mencolok tentu ditampilkan lifter asal Korea Utara, Kim Unguk. Turun di nomor 62 kg putra, Kim mampu memecahkan rekor dunia saat mampu mengangkat total beban seberat 332 kg. Kim berhasil memecahkan rekor sebelumnya, seberat 328 kg yang masih tercatat atas namanya. Semua rekor itu dipecahkan Kim dalam satu kesempatan, tepatnya pada 21 September 2014 atau hari kedua gelaran kompetisi Angkat Besi Asian Games ke-17.

''Dia benar-benar luar biasa. Mungkin rekor itu baru bisa dipecahkan dalam 1.000 tahun lagi,'' ujar manajer tim Angkat Besi Indonesia Alamsyah Wijaya mengungkapkan kekagumannya terhadap Kim.

Secara umum , aksi atlet Korea Utama memang luar biasa di Asian Games kali ini.Tampil di kandang ''musuh''-nya lantas tidak membuat para atlet Korea Utara gentar. Justru, kesempatan ini benar-benar dimanfaatkan Kim Unguk dan kawan-kawan tampil maksimal. Kesempatan untuk bisa menyanyikan lagu kebangsaan dan melihat bendera Korea Utara untuk bisa berkibar lebih tinggi dibanding negara lainnya, terutama Korea Selatan, jelas membakar semangat para atlet Korea Utara untuk memberikan kebanggan buat negaranya.

Imbasnya, prestasi kontingen Korea Utara di Asian Games ke-17 ini jauh lebih baik ketimbang raihan mereka di Asian Games Guangzhou. Pada saat itu, kontingen Korea Utara hanya mampu meraih enam medali emas.Sementara, di Incheon , Korea Utara mampu menyabet 11 emas. rep:reja irfa widodo  ed: abdullah sammy