Rabu , 18 Januari 2017, 18:00 WIB

Jokowi akan Bahas Kompetisi

Red:
Antara/Yudhi Mahatma
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan) memimpin Rapat Terbatas membahas persiapan pelaksanaan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/12).
Presiden Joko Widodo (kiri) didampingi Wapres Jusuf Kalla (kanan) memimpin Rapat Terbatas membahas persiapan pelaksanaan Asian Games ke-18 Tahun 2018 di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Jumat (11/12).

JAKARTA -- Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar rapat terbatas kabinet (ratas) pada Selasa (17/1) mendatang. Ratas secara khusus membahas tentang percepatan pembangunan sepak bola nasional.

Isu dan perkembangan tentang kemajuan olahraga paling populer di Tanah Air tersebut dikaji serius oleh pemerintah agar bisa dikembangkan menjadi sepak bola industri. "PSSI memang sedang supersibuk. Dan kami (Kemenpora—Red) pun jadi ikut begadang karena kehormatan besar (sepak bola Indonesia) jadi pembahasan dalam ratas," kata juru bicara Kemenpora Gatot Dewa Broto, Jakarta, Ahad (15/1).

Gatot menerangkan, banyak hal yang dibahas dalam ratas tersebut. Menpora Imam pun menyampaikan laporan teranyarnya tentang perkembangan sepak bola nasional seusai Kongres Tahunan Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia (PSSI), pekan lalu. Penyampaian lainnya menyasar tentang kesiapan gelaran Liga Indonesia yang sudah diputuskan akan digelar pada Maret mendatang.

Deputi IV Bidang Peningkatan Prestasi dan Olahraga di Kemenpora itu juga menambahkan isu dan perkembangan soal pelatih timnas Garuda Indonesia juga turut disinggung. Sebab, sampai hari ini, meski PSSI sudah punya satu nama tentang sosok pelatih tim nasional Merah Putih, federasi sepak bola nasional tersebut belum resmi mengumumkannya.

Persoalan tentang pelatih timnas Garuda Indonesia memang pernah menjadi sorotan Menpora Imam Nahrawi. Menteri dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut pernah menyatakan akan melakukan penguatan hubungan antara federasi dan pemerintah untuk kemajuan timnas.

Penguatan hubungan tersebut, kata Imam, bisa lewat usaha dan gotong royong bersama mendapatkan pelatih kaliber dunia untuk kemajuan timnas Garuda. Peran pemerintah, ujar dia, bisa dengan bantuan keuangan dalam kontrak kepelatihan tersebut.

Di sisi lain, PSSI telah memastikan mantan pemain FC Barcelona Luis Milla Aspas sebagai satu-satunya pelatih yang bakal menukangi timnas Garuda. Sekretaris Jenderal (Sekjen) PSSI Ade Wellington menyampaikan, Milla adalah bagian dari rencana panjang timnas Indonesia.

PSSI hanya tinggal menunggu kedatangan mantan pelatih Real Zaragoza tersebut ke Jakarta agar didengar presentasi kebolehannya melatih kesebelasan.

"Untuk Milla, memang saat ini menjadi satu-satunya kandidat pelatih di timnas senior," kata Ade saat dihubungi Republika, Selasa (17/1). Semula, PSSI mengantongi dua nama calon pelatih pembesut timnas senior, yaitu antara Milla dan mantan pelatih timnas Israel yang berasal dari Spanyol dan berkewarganegaraan Prancis Luis Miguel Fernandez Toledo.

Kata dia, pengumuman resmi Komite Eksekutif (Exco) PSSI tentang kepelatihan nasional bakal dilakukan dalam waktu dekat ini. Milla dalam waktu dekat ini bakal bertemu dengan PSSI. "Mungkin, kalau rapat di panel (Exco PSSI) sudah final dan setuju, kita akan umumkan secara resmi," sambung dia.

Ade menambahkan, pengumuman resmi tentang pelatih timnas senior, pun akan dilakukan sama dengan kepelatihan timnas level usia lainnya. Sebab, kata dia, kepelatihan baru timnas, juga menyentuh semua kesebelasan umur. Pada timnas U-19, Ade mengatakan, dua kandidat antara pelatih Bali United Indra Sjafrie dan mantan asisten pelatih timnas senior Wolfgang Pikal sama-sama kuat di panel Exco PSSI untuk ditunjuk melatih.

Namun, Ade menambahkan, kepengurusannya lebih mengandalkan pelatih lokal untuk timnas junior tersebut. Sedangkan, untuk timnas U-16, panel Exco PSSI juga telah mengerucut ke dua nama, yaitu antara pelatih Celebes FC Rudy Eka Pryambada dan mantan pemain timnas Fachry Husaini.

Milla diproyeksikan untuk melatih timnas Indonesia yang akan berlaga pada SEA Games 2017 dan Asian Games 2018. Pemilihan Milla pun bisa dibilang lebih pas karena pelatih asal Spanyol itu kenyang pengalaman melatih skuat yang berisikan pemain-pemain muda.

Sejak 2008 hingga 2012, Luis Milla menjalani peran sebagai arsitek timnas Spanyol untuk usia muda. Mulai dari U-19, U-20, U-21, hingga U-23 berhasil ia tukangi dan membuatnya terbiasa melatih timnas muda. Hal itu tentunya sesuai dengan proyeksi terdekat PSSI untuk skuat Garuda yang akan berfokus mengikuti turnamen SEA Games 2017 dan Asian Games tahun depan.

Luis Milla yang sudah terbiasa melatih usia muda juga berpengalaman melatih tim Asia. Setelah kebersamaanya dengan pemain muda timnas Spanyol, Luis Milla juga sempat mencicipi melatih klub Uni Emirat Arab, Al Jazira, sejak 2013.

Dengan beberapa prestasi tersebut, apa yang sudah dihasilkannya tentu dibutuhkan untuk timnas Indonesia. Terbiasa dengan pemain muda penting untuk proyeksi terdekat PSSI bagi timnas Indonesia. Pada hari ini, Milla dikabarkan tiba di Indonesia untuk mempresentasikan programnya kepada PSSI. Kita tunggu kiprah Milla bersama skuat Garuda.        rep: Bambang Noroyono, ed: Abdullah Sammy