Rabu, 23 Jumadil Akhir 1435 / 23 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Bagaimana Cara Pembagian Warisan Ibu yang Telah Meninggal?

Kamis, 23 Juni 2011, 13:38 WIB
Komentar : 0
Antara
Harta /Ilustrasi
Harta /Ilustrasi

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr wb pak ustadz,
   
Saya mau menanyakan tentang harta warisan.Enam tahun yang lalu ibu kandung saya meninggal, saya dapat informasi bahwa harta peninggalan ibu sudah jatuh waris yang artinya kami selaku anak-anaknya berhak atas warisan tersebut.Namun saya dapat informasi lain yang mengatakan kaloau ini belum jatuh waris dan masih hak penuh harta bapak. Perlu diketahui, harta yang didapat oleh orang tua saya adalah dari usaha mereka berdua karena orag tua dulu membuka usaha/ buka toko.

Mohon penjelasannya pak ustad, sebab bapak saya ada rencana mau menjual sebagian hartannya.

Makasih.

zakaria



Jawaban :

Wa'alaikum salam Wr Wb
Semoga Allah SWT merahmati kita semua

1.Sejak seorang meninggal maka hak atas harta beralih ke ahli waris. Ahli waris adalah orang yang mempunyai hubungan darah yang dinyatakan sebagai berhak atas warisan oleh ketentuan hukum Islam. Dalam contoh saudara berarti ada suami yakni bapak saudara dan anak-anak. Bisa jadi ada yang lain.

2.Yang diwaris adalah harta orang yang meninggal. Dalam hal ini adalah ibu kandung saudara. Karena harta yang ada adalah hasil kerja berdua, maka coba tanyakan kepada ayah saudara bagaimana porsi kerja antara mereka berdua dulu? Apakah dengan kontribusi yang sama atau berbeda. Dengan asumsi kontribusinya sama atau mirip maka hasil kekayaannya adalah milik mereka berdua. Jadi harta waris dari almarhumah ibu adalah separo dari harta yang ada. Separonya murni milik ayah saudara yang tidak boleh diwaris karena orangnya masih hidup.

3.Harta waris tersebut diberikan kepada ahli waris yakni ayah saudara (QS An-Nisa:12) dan anak-anak yakni saudara sendiri dan kakak adik saudara. (QS an-Nisa:11). Bisa jadi ada ahli waris yang lain jika ada.

 

 

Rubrik konsultasi ini diasuh oleh Ustadz Muchsinin Fauzi, LC. Kirimkan pertanyaan Anda ke:ustadz@rol.republika.co.id

Tetangga adalah orang yang paling berhak membeli rumah tetangganya.((HR. Bukhari dan Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  dasuki Rabu, 31 Oktober 2012, 21:36
bagaimana cara pembagian warisan yang jumlah keluarga lima orang hanya ada satu laki sedangkan tanah yang akan dibagi hanya satu are setenah
  riani Kamis, 23 Agustus 2012, 07:34
bagaimana jika orang tua tidak membagi waris ke ahli waris?
  suryo Minggu, 29 April 2012, 09:31
Siapa yang berhak menjual Tanah warisan dari ke 2 orang tua yg sudah meninggal? anak tertua (wanita) atau anak laki-laki tertua (anak ke 3). trimakasih
  mien Senin, 9 April 2012, 16:17
kalo harta atas nama bapa semua..sedangkan ada jerihpayah ibu juga di situ,bagaimana?
karena ada juga suami yg kekeeuuhh menganggap itu hartanya...
  imam Kamis, 29 Maret 2012, 07:44
askum,ibu sya tla mningal dunia tp harta hsil jrih payah ibu n ayah tak mengakuinya,apakah itu tmsuk warisan?klo ya bgaimna cara membaginya?