Monday, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 February 2018

Monday, 3 Jumadil Akhir 1439 / 19 February 2018

Menyusui Ketika Hamil

Selasa 29 November 2011 10:38 WIB

Red: Johar Arif

Ilustrasi

Ilustrasi

Tanya:

Ibu Dokter Sylvia,

Saya sedang hamil saat anak pertama saya berumur 10 bulan, apakah boleh saya meneruskan memberi ASI. Jika boleh apa yang harus saya perhatikan dan jika tidak boleh apa efek negatifnya?

Terimakasih,

Meli

Jawab:

Assalaamu'alaykum wr.wb Ibu Meli,

Memberikan yang terbaik untuk anak adalah impian setiap orang tua, termasuk dalam memberikan makanan. Dan kita tahu bersama bahwa ASI akan tetap memberikan zat-zar yang baik bahkan sampai anak berusia dua tahun atau lebih, sesuai rekomendasi Badan Kesehatan Dunia. Ketika ada suatu keadaan yang mungkin berpengaruh atau memiliki dampak terhadap proses menyusui, atau justru jika kita tidak tahu efek keadaan tersebut, tentu kita merasa khawatir.

Masa menyusui yang berbarengan dengan masa kehamilan anak berikutnya, adalah contoh salah satu keadaan yang sering menimbulkan kekhawatiran ini. Sehingga kemudian seringkali timbul pertanyaan, bisakah saya menyusui sewaktu hamil? Secara umum,jawaban dari pertanyaan ini adalah YA, seorang ibu tetap dapat menyusui anaknya meskipun sedang hamil anak yang berikutnya.

Begitu mendengar jawaban ini, pasti langsung muncul beberapa pertanyaan yang berhubungan dengan kesehatan ibu dan janin;

1. Khawatir keguguran

Proses menyusui melibatkan hormon oksitosin yang akan menyebabkan kontraksi pada payudara dan rahim. Namun tingkat kontraksi dari hormon oksitosin ini tidak memiliki dampak yang terlalu besar pada rahim selama hamil, tidak sampai pada tingkatan bisa menyebabkan kelahiran bayi, kecuali jika waktu melahirkan sudah mendekati harinya atau ada hal-hal lain yang berpengaruh. Kontraksi rahim ini dapat dibandingkan dengan kontraksi yang terjadi pula pada saat berhubungan sex. Hubungan sex akan menyebabkan rahim berkontraksi, namun sex tidak serta-merta dihentikan ketika ibu sedang hamil.

2. Kebutuhan nutrisi

Asupan makanan dengan kandungan protein dan karbohidrat yang lebih tinggi dibutuhkan seorang ibu yang hamil dan menyusui, karena keadaan ini memang memerlukan tambahan tenaga. Disarankan untuk makan-makanan alami dalam pemenuhan kebutuhan ini.

3. Produksi ASI

Setelah beberapa bulan, produksi ASI biasanya akan berkurang, ini berhubungan dengan semakin meningkatnya kadar hormon estrogen di dalam tubuh, dan hal ini memang alamiah. Rasa ASI mungkin berubah, namun tidak selalu, dan bayi mungkin akan menyapih dirinya sendiri. Selama berada di dalam tubuh, ASI tidak akan pernah basi.

4. Kondisi ibu secara umum

Menyusui atau hamil saja sudah pasti akan membuat ibu merasa lelah, apalagi jika keduanya terjadi secara bersamaan. Jika seorang ibu menyusui merasa kelelahan, maka hal ini dapat mengurangi jumlah ASI yang dikeluarkannya. Jadi solusinya adalah cukup istirahat dan cukup mengonsumsi makanan bergizi, jika mungkin usahakan yang alamiah.

5. Kondisi payudara

Ketika hamil, sensitifitas pada daerah payudara meningkat, sehingga ibu akan lebih mudah merasa nyeri ketika menyusui saat hamil, dibanding jika tidak sedang hamil.

6. Bagaimana dengan kondisi saya?

Setiap orang memiliki kondisi tubuh dan kesehatan yang berbeda. Informasi yang disampaikan di sini hanya pada keadaan normal-wajar. Jika ada pertimbangan kesehatan khusus, misalnya punya riwayat keguguran yang sering, sudah lama menikah namun belum juga dikaruniai anak, kontraksi rahim berlebihan ketika menyusui, atau keadaan yang lain, sebaiknya tetap didiskusikan dengan dokter anda.

Salam hangat

dr. Sylvia Haryeny, IBCLC

Tim Konselor Laktasi Kemang Medical Care

Konsultasi Laktasi diasuh oleh Tim Konselor Laktasi Kemang Medical Care dan Perkumpulan Perinatologi Indonesia (Perinasia) cabang DKI Jakarta. Kirimkan pertanyaan Anda ke laktasi@rol.republika.co.id

  • Komentar 0

Dapatkan Update Berita Republika

BERITA LAINNYA