Kamis, 4 Syawwal 1435 / 31 Juli 2014
find us on : 
  Login |  Register
Selasa, 14 Juni 2011, 15:00 WIB

Melanjutkan Pendidikan S2, Sesuai S1 Atau Sesuai Karir?

Universitas Indonesia

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum warrahmatullahi wabarakatuh,

Ibu Evi, saya ingin bertanya mengenai investasi pendidikan. Saya lulusan bidang studi ilmu ekonomi (science field). Setelah lulus saya fokus bekerja di lembaga pendidikan, pelatihan dan pengembangan sumber daya manusia. Pekerjaan ini sedikit ada sentuhan ekonominya. Selama dua tahun setelah lulus, saya mempersiapkan diri untuk bisa melanjutkan studi S2 saya di bidang ekonomi.

Peluang yang mungkin saya kejar untuk S2 adalah melalui beasiswa karena keterbatasan dana. Saya memiliki impian untuk menjadi dosen atau staf pengajar di kampus saya dulu. Seiring berjalannya waktu, dan kesibukan bekerja di lembaga training, saya sudah mulai kehilangan sense of feeling dari jurusan saya sebelumnya (S1). Saya justru lebih fokus pada pengembangan diri dan motivasi.

Setelah dua tahun lulus, beasiswa juga belum bisa saya peroleh, akhirnya saya putuskan untuk beralih pekerjaan yang bisa menghasilkan uang lebih banyak untuk persiapan menikah dan mewujudkan impian S2 saya. Alhamdulillah, saya dapat project di Malaysia dengan gaji lima juta. Project tersebut berlangsung selama dua tahun. Gaji tersebut bersih saya terima, karena biaya transport, akomodasi dan konsumsi sudah disiapkan oleh perusahaan.

Project ini di bidang road construction, sangat jauh dari studi S1 yang saya ambil sebelumnya. Saya bisa mendapatkan project ini karena kemampuan administrasi dan Bahasa Inggris yang saya miliki, dan kedekatan personal dangan deputy managernya. Sayapun kembali membuat perencanaan dengan segala perhitungannnya.  Saya sudah perkirakan semua biaya kuliah S2 di universitas negeri baik di Indonesia maupun di Malaysia.

Nah, pertanyaan saya Bu Evi, apakah saya harus mengambil bidang yang sama waktu kuliah dulu (economics science) untuk menjadi dosen?  Atau saya mencari bidang baru yang lebih manajerial atau administratif dan sesuai dengan pekerjaan saya sekarang? Terus terang Ibu, walaupun saya sudah kehilangan sense of feeling dari jurusan saya sebelumnya, namun keinginan untuk menjadi dosen masih sangat kuat. Manakah yang lebih baik menurut Ibu Evi, saya menikah dulu kemudian mempersiapkan S2, atau saya tunda menikah dan ambil S2 dulu (melihat segala kemungkinan keuangan)?

Terimakasih.



Wa'alaikumsalam warrahmatullahi wabarakatuh,

Saya sangat senang menerima surat elektronik yang Anda kirim. Tapi sayangnya Anda tidak mencantumkan nama atau inisial, maupun identitas apakah laki-laki atau perempuan. Jadi, selanjutnya saya panggil dengan Hamba Allah saja ya..

Hamba Allah yang senantiasi dirahmati Allah swt dimanapun berada,
Saya turut bahagia dengan perjalanan akademik dan karir Anda. Alhamdulillah, sepertinya mulus-mulus saja ya. Anda lulus S1, langsung mendapat pekerjaan walaupun tidak sesuai dengan latar belakang S1 Anda di bidang ekonomi. Tampaknya Anda juga mempunyai keterampilan bahasa asing dan kemampuan administrasi serta keterampilan interpersonal yang baik. Ketiga keterampilan tersebut tentunya menjadi modal yang sangat berguna di dunia kerja, baik di dunia pekerjaan yang Anda tekuni sekarang maupun di bidang akademis yang Anda minati, yaitu sebagai dosen.

Hamba Allah yang berbahagia,
Saya juga senang karena Anda adalah seorang good planner, perencana yang baik.  Anda membuat perencanaan dengan penuh perhitungan. Hal ini baik sekali, jika Anda mau fokus pada target yang ingin Anda capai.  Sepertinya minat Anda sebagai dosen tinggi sekali.  Oleh karena itu Anda berencana untuk melanjutkan ke jenjang S2 sebagai investasi pendidikan.

Pekerjaan Anda di bidang yang Anda geluti sekarang, sepertinya memang tidak berhubungan langsung dengan S1 Anda. Memang hal ini sering terjadi, tidak selalu bidang yang kita geluti di dunia kerja ada hubungannya dengan latar belakang S1 kita. Sehingga tidak sedikit orang yang kemudian melanjutkan pendidikan dengan memilih jurusan yang berkaitan dengan bidang kerjanya daripada memilih jurusan yang linier dengan S1-nya. Hal ini terjadi, karena justru dia menemukan pengalaman yang menyenangkan di bidang pekerjaannya dan berminat untuk memperdalam bidang tersebut.

Menurut saya, jika Anda ingin berkarir di bidang akademik sebagai dosen, maka pilihlah jurusan yang linier dengan latar belakang S1 Anda. Mengapa? Karena jika Anda menjadi dosen, penilaian dalam  jenjang jabatan akademik akan lebih tinggi angka kreditnya daripada Anda memilih jurusan yang tidak linier dengan latar belakang S1 Anda, Namun demikian,pengalaman Anda di dunia kerja sekarang, yang berkaitan dengan bidang manajerial  sepertinya masih berhubungan dengan S1 Anda. Anda bisa mengambil S2 Ekonomi Manajemen.  Dengan demikian Anda tidak harus kehilangan sense of feeling, meskipun mengambil S2 Ekonomi, karena kekhususannya bersinggungan dengan bidang kerja Anda di bidang manajerial. Saya pikir universitas dengan S2 kekhususan Ekonomi Manajemen sudah banyak, baik di Indonesia maupun Malaysia.

Hamba Allah yang saya banggakan, wah saya senang sekali sepertinya tahun ini Anda juga memiliki rencana untuk menikah ya?! Menikah dan melanjutkan pendidikan seharusnya tidak saling menghambat satu sama lain. Keduanya bisa dilaksanakan beriringan. Namun, jika pertimbangannya adalah masalah pertimbangan keuangan, tentu Anda harus mempertimbangkan masalah prioritas. Tahun ini mana yang lebih prioritas menurut Anda?  Tapi saran saya, jika Anda sudah memiliki pasangan dan siap secara mental untuk menikah  (komitmen dan tanggung jawab) maka menikah menjadi prioritas pertama. Sebab, jika kondisinya seperti di atas maka secara syariat menikah harus disegerakan. Anda masih tetap dapat melanjutkan S2 Anda dengan dukungan dari pasangan Anda setelah menikah.

Namun jika Anda belum menemukan pasangan, melanjutkan pendidikan bisa menjadi pilihan. Mudah-mudahan Anda mendapatkan pasangan yang sesuai dengan pilihan Anda dan mendukung pendidikan S2 Anda.  Demikian saran saya, namun segala keputusan tentunya saya kembalikan kepada Anda. Jangan lupa meminta petunjuk yang Maha Bijaksana, Allah swt melalui shalat hajat dan istikharoh, insyaallah Anda akan mendapatkan keputusan yang baik. Sukses selalu ya semoga semua impian Anda dapat terwujud. Amiin.


Rubrik konsultasi ini diasuh oleh Evi Afifah Hurriyati, M.Si, Trainer Pendidikan & Kepala Program Sekolah Guru Ekselensia Indonesia LPI Dompet Dhuafa Republika. Kirimkan pertanyaan Anda ke: pendidikan@rol.republika.co.id

Redaktur : Mohamad Afif
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
Sedekah dapat menghapus dosa sebagaimana air memadamkan api(HR. Tirmidzi)