Wednesday, 4 Safar 1436 / 26 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Membeli atau Menjual Barang Black Market(BM),Bagaimana Hukumnya?

Wednesday, 21 September 2011, 11:12 WIB
Komentar : 2
Edwin/Republika
Barang Selundupan/Ilustrasi
Barang Selundupan/Ilustrasi

Pertanyaan :


Assalamu'alaikum wr.wb

Saya adalah seorang mahasiswa yang ingin membeli suatu produk, namun harganya sangat tinggi di pasaran namun kalau membeli di black market harganya jauh lebih murah. Apa hukumnya jika membeli barang dari Black Market, untuk digunakan sendiri ataupun dijual
kepada orang lain? Mohon penjelasannya.

Waalaikumsallam - Dio

 

 

Jawaban :   

Wa'alaikumussalam wr wb

Mas Dio yang dirahmati Allah, salah satu bentuk perniagaan atau jual beli yang dilarang dalam Islam adalah bai' al-gharar atau jual beli yang mengandung ketidakjelasan (jahalah). Termasuk dalam hal ini adalah jual beli barang dari pasar gelap atau black market (BM). Unsur ketidakjelasan barang-barang BM adalah dari segi status hukum, karena barang tersebut dianggap barang ilegal sebab masuknya ke pasar melalui jalan diselundupkan, dengan tujuan agar tidak terkena pajak atau bea cukai. Ketidakjelasan yang lain adalah bisa jadi barang BM adalah hasil pencurian atau penipuan dan lain sebagainya.

Jual beli barang BM juga dapat digolongkan sebagai jual beli talaqi rukban yaitu jual yang menciptakan tidak lengkapnya informasi di pasar, karena penjualnya telah dihadang oleh sekelompok orang sebelum masuk pasar lalu mempermainkan harga barang tersebut. Dan biasanya harga barangnya jauh lebih murah dibandingkan barang yang masuk secara legal. Permainan harga ini tentu saja dapat mengganggu mekanisme pasar yang sangat dilarang oleh Rasulullah SAW.

Bagi seorang muslim, tentu saja kita dituntun untuk menggunakan barang yang halal. Halal sumbernya dan penggunannya. Harga yang murah tentu saja bukan sebuah alasan yang tepat bagi kita untuk mendapatkan barang yang diharamkan ataupun mengandung syubhat.

Wassalaamualaikum wr wb


Irfan Syauqi Beik

 

Diasuh oleh Program Studi Ekonomi Syariah Departemen Ilmu Ekonomi FEM IPB, Fakultas Ekonomi Manajemen IPB Kirimkan pertanyaan Anda ke syariah@rol.republika.co.id

 

 


Redaktur : Mohamad Afif
Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, (( QS.An Anfaal 8 : 53 ))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Pengertian akan Pemanfaatan Air Harus Sejak Usia Dini
JAKARTA -- Memperingati hari pendidikan dan kesehatan, PT PAM Lyonnaise JAYA (Palyja) mengundang beberapa sekolah dasar (SD) untuk berkunjung ke tempat intalasi air...