Sabtu, 19 Jumadil Akhir 1435 / 19 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Apakah Koperasi Simpan Pinjam Termasuk Riba?

Senin, 28 Maret 2011, 17:01 WIB
Komentar : 4
Aditya Pradana Putra/Republika
Koperasi /ilustrasi
Koperasi /ilustrasi

Pertanyaan :

Assalamu'alaikum wr.wb.

Apakah koperasi simpan pinjam dengan bunga kecil ( 1-1.5% ) termasuk riba? Bila ikut koperasi tetapi hanya menyimpan tanpa mengharapkan bunga apakah diperbolehkan? mohon ditunjukkan dasar hukumnya.
 
Atas saran dan jawabannya kami ucapkan terima kasih.

Wassalamu'alaikum wr.wb.
 
Abdul Wahab Saroni


Jawaban :

Waalaikumsalaam wr wb. Pak Abdul Wahab yang dirahmati Allah,

Ijma ulama sepakat bahwa bunga adalah riba, baik besar maupun kecil prosentasenya, dan hukumnya haram. Majelis Ulama Indonesia pun telah mengeluarkan fatwa haramnya bunga bank pada akhir 2003 lalu. Diharamkannya riba atau bunga ini berdasarkan Al-Quran dan Sunnah Rasul, yang antara lain sebagaimana dinyatakan dalam QS 2 : 275-279. Mengenakan bunga juga termasuk dalam kategori memakan harta orang lain dengan cara yang dzalim dan bathil  (QS 4: 160-161).

Karena itu, hendaknya dalam menjalankan aktivitas perekonomian, termasuk aktivitas koperasi, kita menghindarkan penggunaan instrumen bunga dalam segala jenis transaksi. Sebagai alternatifnya, saat ini telah berkembang koperasi yang menggunakan sistem syariah, dengan menggunakan beragam akad yang tidak bertentangan dengan ajaran Islam, seperti akad bagi hasil (mudharabah dan musyarakah), akad jual beli (murabahah), dan lain-lain.

Adapun ikut berpartisipasi di koperasi yang berbasis bunga, meski hanya untuk menyimpan dana saja dan tanpa ada keinginan untuk mendapat imbalan apapun, sebaiknya dihindari. Jika kita ikuti, maka kita dapat dianggap mendukung sistem koperasi yang tidak sesuai syariah. Padahal dalam sebuah hadits, telah diingatkan bahwa : "Rasulullah melaknat pemakan riba, orang yang memberi makan dengan riba, juru tulis transaksi riba, dua orang saksinya, semuanya sama saja" (HR Bukhari). 

Saran saya, sebaiknya Bapak menyimpan dan berinvestasi di koperasi syariah, termasuk BMT. Insya Allah harta kita akan berkah dan berkembang. Wallahu'alam.

Wassalaamualaikum wr wb

Deni Lubis
Program Studi Ekonomi Syariah Departemen Ilmu Ekonomi FEM IPB

Tanda-tanda orang munafik ada tiga, yaitu bila berbicara dusta, bila berjanji tidak ditepati, dan bila diamanati dia berkhianat. ((HR Muslim))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar
  khafid Kamis, 10 Januari 2013, 22:03
yang di maksud sistem syariah dalam perbankan itu sistem yang bagaimana? trmksh
  juang Jumat, 4 Januari 2013, 13:18
terimakasih atas penjelasannya.

Dikantor saya ada koperasi simpan pinjam yang mana rata-rata setiap karyawan ikut sebagai anggota, dan saya tidak ikut sebagai anggota karena ragu.

terima kasih, sekarang tidak ragu, untuk tidak menjadi anggota koperasi.
  joenipurnomo Jumat, 12 Oktober 2012, 09:27
tp d tempt saya banyak yang mengaku simpan pijam syariah tapi bunganya lbih bsar dari bank konvensional.walaupun katanya sudah sepakat....apa ini gak ngakali hukum islam????
  mahdar atmaja Senin, 30 April 2012, 17:11
yah pak, sekarang pun bayak bmt yang meminjamkan uang dengan pengembalian/cicilan berbunganya (pinjam 5 juta bisabisa total cicilan selama 18 bulan jadi 7 juta) bagaimana itu??? sebaiknya anda tidak menyarankan ke "bmt" saja.
  salahudin Selasa, 10 April 2012, 16:37
lembaga apa sajakah yang berperan dibidang koperasi?