Sabtu, 27 Syawwal 1435 / 23 Agustus 2014
find us on : 
  Login |  Register
Rabu, 24 Juli 2013, 12:07 WIB

Nyeri di Tungkai Kaki, Apa Penyebabnya?

health.howstuffworks.com
Kaki bermasalah/ilustrasi

REPUBLIKA.CO.ID, Dok, saya mengalami sakit berupa nyeri yang terasa sangat di tungkai kaki dan bila sudah sakit bisa sampai seminggu rasa nyerinya. Awalnya dikira biasa dok, jadi dipijat, tetapi kok tidak mempan ya? Ini apa sih ya dok? Lalu harus bagaimana? Terima kasih, Dika, 31 tahun

Jawaban:

Hi mas Dika, semoga sehat selalu, nyeri adalah sebuah pengalaman sensorik dan emosional yang tidak menyenangkan akibat kerusakan jaringan, baik aktual maupun potensial, atau yang digambarkan dalam bentuk kerusakan tersebut.

Secara keseluruhan, berdasarkan durasi waktunya dibagi menjadi nyeri akut dan kronik. Dimana nyeri akut dimulai dengan tiba-tiba dan tidak berlangsung lama. Sedangkan nyeri kronik berlangsung menetap bahkan bisa lebih dari seminggu.

Dalam hal ini perlu diketahui penyebab terjadinya nyeri yang dialami, bila kemudian yang terjadi adalah disfungsi primer pada susunan saraf tepi atau susunan saraf pusat maka hal ini dikenal sebagai nyeri neuropatik.

Kondisi jumlah di Indonesia untuk penderita nyeri Neuropatik sekitar 1-1,5 juta penduduk. Dampak yang ditimbulkan dari nyeri neuropatik dapat berupa rasa sakit dan nyeri itu sendiri maupun mengantuk, lelah, tidak berenergi, kesulitan tidur sampai sensasi terbakar. Bila kondisi tersebut yang terjadi, maka tentu sebaiknya berkomunikasi dengan dokter spesialis saraf untuk mendapatkan terapi nyeri lebih lanjut. Terima kasih. (Saunder)

 

dr S Saunderajen, SpS, Med, Msi

Spesialis Saraf di RS Meilia Cibubur

 

Kolom Dokter Kita diasuh oleh RS.Meilia Cibubur
Kirim pertanyaan Anda ke email : kesehatan@rol.republika.co.id

Redaktur : Endah Hapsari
Berita Terkait:
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
Wahai para pedagang, sesungguhnya setan dan dosa keduanya hadir dalam jual-beli. Maka hiasilah jual-beli kalian dengan sedekah(HR. Tirmidzi)