Saturday, 8 Muharram 1436 / 01 November 2014
find us on : 
  Login |  Register

Menopause di Usia Muda, Mungkinkah?

Wednesday, 24 October 2012, 10:39 WIB
Komentar : 1
afp
Menopause
Menopause
Pertanyaan:

Saya seorang perempuan berusia 28 tahun, sudah menikah selama ± 2 tahun, dan kebetulan sampai saat ini belum dianugerahi buah hati. Untuk itu, dokter yang terhormat, ada beberapa hal yang saya tanyakan sebagai berikut:

1. Apakah dalam usia saya 25 tahun sudah mengalami menopause? Karena saya di usia 25 tahun sudah jarang mengalami haid lagi, haid pun jarang dan rentan jaraknya hanya 1-2 hari itu pun hanya bercak merah saja?

2. Apakah saya masih ada kemungkinan mempunyai keturunan?

3. Apakah keputihan itu bisa dibilang pengganti haid?

Sebelumnya saya belum pernah periksa atau konsultasi dengan medis. Dokter yang terhormat, jika ada waktu mohon dijawab dan mohon solusinya untuk saya. Atas bantuan dan informasinya saya ucapkan terima kasih. Salam.


Dewi R., Malang - 28 Tahun



Jawaban:

Untuk Bu Dewi yang baik, tetap semangat ya. Sesuai dengan pertanyan yang diberikan, maka berikut tanggapan saya. Bila haid jarang, lama dan jumlahnya sedikit, maka perlu dilakukan pemeriksaan. Dalam hal ini, dapat dilakukan observasi dengan USG maupun uji hormonal.

Bila kemudian pada tes yang dilakukan tersebut terdapat masalah hormonal, maka hal yang dapat dilakukan untuk segera hamil adalah melakukan pengaturan masa subur serta dapat diberikan stimulasi untuk mencapai masa subur tersebut.

Di samping itu, perlu juga dilakukan pemeriksaan untuk suami seperti analisis sperma. Perlu diketahui, kasus menopause pada usia muda hampir tidak pernah terjadi. Kondisi yang umum adalah Polikistik Ovarium Syndrome (gangguan pada ovarium), di mana fungsi ovarium terganggu, sehingga kadar hormonal yang optimal tidak tercapai. Untuk itu, hal terpenting adalah mengoptimalkan kadar hormonal sehingga fungsi ovarium kembali normal.

Dengan beberapa hal tersebut, maka kemungkinan untuk dapat memiliki keturunan, bila semua masih ada dalam batas yang normal, tentu saja masih bisa. Kondisi keputihan tentu berbeda dan lain masalah dengan haid. Nah, saatnya sekarang ibu berkonsultasi dengan Spesialis Kebidanan dan Kandungan untuk dapat mencari solusi yang sesuai dengan hasil pemeriksaan. Demikian ya, Bu Dewi, semoga dapat membantu. (RS)


dr Ricky Susanto, SpOG, Mkes
Spesialis Kebidanan & Kandungan RS Meilia Cibubur

 

Kolom Dokter Kita diasuh oleh RS.Meilia Cibubur
Kirim pertanyaan Anda ke email : kesehatan@rol.republika.co.id

Redaktur : Miftahul Falah
Sesungguhnya Allah sekali-kali tidak akan mengubah sesuatu nikmat yang telah dianugerahkan-Nya kepada sesuatu kaum, hingga kaum itu merubah apa yang ada pada diri mereka sendiri, (( QS.An Anfaal 8 : 53 ))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar