Sabtu, 14 Zulqaidah 1436 / 29 Agustus 2015
find us on : 
  Login |  Register

Olahraga Malam Hari Akibatkan Paru-Paru Basah?

Rabu, 28 Maret 2012, 14:47 WIB
Komentar : 2
thebody
Paru-Paru Basah (Ilustrasi)
Paru-Paru Basah (Ilustrasi)

Pertanyaan:

Saya sering beraktivitas olahraga badminton di malam hari. Rekan olahraga saya sempat berhenti bermain bulutangkis karena paru-paru basah. Apa benar olahraga malam menyebabkan paru-paru basah ya, Dok? Menurut beberapa teman, penyakit paru-paru basah itu tidak ada. Bagaimana mendeteksi dan mengatasi masalah paru-paru basah ya, Dok? Mohon dijelaskan, terima kasih.

Kuntoro Sismadi, Cilegon - 33 tahun


Jawaban:

Salam untuk Bapak Kuntoro. Penyakit paru-paru basah merupakan istilah orang awam dan memang tidak ada dalam istilah medis. Perlu diketahui, bahwa penyakit tersebut disebabkan oleh kuman, bukan akibat olahraga malam, yang sekaligus juga dipicu oleh daya tahan tubuh yang lemah sehingga mudah terkena penyakit.

Dalam kategori medis, penyakit sejenis dikenal sebagai pleuritis serosa atau pleuritis exudativa. Serta tergolong sebagai bentuk penyakit paru-paru yang serius. Bagi penderita yang telah dideteksi mengidap penyakit ini, tentu harus mendapatkan perawatan oleh dokter secara langsung.

Kondisi penyakit ini tipikal seperti flu, dan dapat berupa batuk, demam hingga kesulitan bernafas. Untuk dapat melakukan diagnosa secara tepat, maka perlu mendapatkan observasi oleh dokter spesialis paru-paru, sehingga akan dapat diketahui sejak dini.

Mekanisme penanganan penyakit tersebut, dikontribusikan pula oleh kondisi kesehatan secara keseluruhan serta faktor usia. Bentuk pencegahan yang dapat dilakukan yaitu dengan cukup istirahat dan konsumsi makanan bergizi sehingga meningkatkan kemampuan daya dukung tubuh yang tinggi. Termasuk, menjaga kebersihan tubuh serta tidak merokok. (Zb)


dr Zubaedah, SpP

 

Kolom Dokter Kita diasuh oleh RS.Meilia Cibubur
Kirim pertanyaan Anda ke email : kesehatan@rol.republika.co.id




(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
'Penting Menjaga Rasa Nasionalisme'
JAKARTA  -- Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) RI terus melanjutkan sosialisasi empat pilar MPR RI. Wakil Ketua MPR RI, Mahyudin menjelaskan kegiatan tersebut sebagai...