Rabu, 7 Zulhijjah 1435 / 01 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register
Home > >

Operasi Pengangkatan Rahim Pengaruhi Gairah Seks?

Jumat, 20 Maret 2009, 09:22 WIB
Komentar : 0
TANYA :

Assalamualaikum. Saya mau tanya dokter, saya berumur 43 tahun dan istri saya 41 tahun. Sekitar 8 bulan yang lalu istri saya pernah melakukan operasi kista. Setelah di cek ke dokter kistanya tumbuh lagi dan ada juga miom di rahimnya untuk menghindari resiko yang lebih lanjut, 7 bulan yang lalu dokter memutuskan operasi pengangkatan rahim dan kista.

Pertanyaan saya setelah pengangkatan rahim, mengapa istri mengalami keengganan untuk behubungan seks? Apakah ini gejala umum pada orang yang mengalami pengangkatan rahim

Apakah ada pengaruh hormon setelah pengangkatan rahim sehingga mengurangi gairah seksual, adakah terapi hormon untuk menambah gairah seksual dan bagaimana efeknya (katanya dapat menyebabkan kanker) ?

Apakah ini hanya pengaruh psikis saja? Karena kalau berhubungan seks dia merasa takut, nanti ada permasalahan pada bekas operasinya. Terima kasih sebelumya dan menunggu advice-nya. Wassalam.
 
Pung- punxxxxxx@yahoo.co.id JAWAB :

Assalamualaikum Sdr Pung. Benar, Wanita sehabis diangkat rahimnya (hysterectomy), apalagi jika diangkat seluruhnya dengan kedua indung telurnya, akan mengalami keadaan seperti itu. Normal bisa begitu. Kita menyebutnya low arousal.

Faktor hormonal menjadi penyebab. Kita tahu hormon kewanitaan diproduksi oleh indung telur selain rahim dan kelenjar anak ginjal (suprarenalis gland).

Kelenjar anak ginjal ini sesungguhnya yang masih bisa diharapkan untuk memenuhi kebutuhan hormon tubuh yang sebagian sudah kehilangan produksi.

Suplemen hormon bisa saja diberikan. Namun tentu hormon buatan dari luar bukan tanpa efek samping. Termasuk jenis hormon andrigen buat membangkitkan libido. Untuk itu dapat menghubungi doker kandungan terdekat.

Namun jangan dilupakan, faktor psikis juga ikut menentukan. Kendati masih ada gairah, namun rasa takut penyakit rahimya akan kumat bisa berupa penolakan terhadap permintaan hubungan suami-istri. Untuk itu perlu pendekatan. Bahwa hubungan seks tidak akan memengaruhi kondisi bekas organ reproduksi yang sudah diangkat. Wassalam. dr Handrawan Nadesul
Allah melaknat orang yang menyiksa hewan dan memperlakukannya dengan sadis((HR. Bukhari))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Hasyim Muzadi: Pilkada oleh DPRD Bisa Timbulkan Polusi Pemikiran
 JAKARTA -- Mantan Ketua Umum NU, Hasyim Muzadi menilai disahkannya pemilihan kepala daerah oleh DPRD disinyalir mampu menurunkan kredibilitas kepala daerah. Selain itu diberikannya...