Kamis, 29 Zulhijjah 1435 / 23 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register
Senin, 22 Agustus 2011, 14:29 WIB

Membuka Usaha Warnet Tanpa Bisa Menabung

Antara
Warnet, ilustrasi

Pertanyaan :

Saya ini seorang remaja berumur 21 tahun.Saya seorang anak laki-laki paling tua dalam keluarga yang broken dan menjadi tulang punggung keluarga dengan menanggung 2 adik. Saya memiliki usaha warnet modal pemberian orang tua,dengan penghasilan rata-rata Rp250.000 perhari dan per bulan saya hanya mampu menyimpan laba bersih 3 jutaan.

Dalam waktu 2 tahun setelah membuka usaha ini, saya belum ada tabungan 1 juta pun.
Yang jadi pertanyaan, saya harus bagaimana?

Yomiel


Jawaban :

Alhamdulillah, Anda pasti seorang kakak yang dibanggakan oleh kedua orang adik Anda dan tentunya orang tua juga. Karena di usia muda sudah mampu menanggung biaya bagi adik.
 
Memiliki bisnis, namun tidak ada dana cadangan sebetulnya juga kurang sehat. Karena bisnis sangat bergantung pada cashflow, maka kalau bisnis Anda sendiri tidak memiliki cadangan, rasanya juga kurang baik. Misalnya saja jika ada komputer yang rusak, mungkin perlu penggantian beberapa peralatan, kabel yang putus, lampu yang harus diganti dan sebagainya. Tentunya ini akan mempengaruhi penghasilan Anda jika tidak segera diperbaiki. Namun untuk bisa diperbaiki tentunya juga butuh biaya. Itulah pentingnya memiliki cadangan dalam bisnis. Mau tidak mau, ada sebagian keuntungan yang harus disisihkan untuk cadangan ini.
 
Sama prinsipnya antara keuangan keluarga dan keuangan bisnis kecil seperti ini, simpan di awal untuk cadangan sebelum terpakai untuk hal lainnya. Anggap saja Anda memang harus membayar biaya rutin sehingga tidak berasa ketika dikeluarkan.
 
Selain itu, bisnis yang sudah ada juga bisa ditingkatkan dengan menambah layanan. Misalnya dengan menerima barang konsinyasi seperti makanan dan minuman untuk konsumen Anda. Tidak perlu modal, namun bisa meningkatkan penghasilan harian.
 
Satu lagi yang saya sarankan, buat catatan penerimaan dan pengeluaran dari bisnis ini. Walaupun bisnis kecil, tapi kalau ada catatan yang rapi, apalagi jika dana keluar masuk bisa melalui rekening di bank, hal ini bisa menjadi "modal" untuk pengembangan bisnis dengan mengajukan proposal pada investor atau perbankan.


Konsultasi keuangan keluarga diasuh oleh Ahmad Gozali, perencana keuangan pada Safir Senduk & Rekan. Kirimkan pertanyaan Anda ke askgoz@rol.republika.co.id

 

 

www.ahmadgozali.com

@ahmadgozali

Redaktur : Mohamad Afif
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda
Harta tidak akan berkurang dengan sedekah. Dan seorang hamba yang pemaaf pasti akan Allah tambahkan kewibawaan baginya(HR. Muslim, no. 2588)