Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

'Tak Ada Kata Gagal Dalam Hidup Seorang Penulis'

Senin, 11 Februari 2013, 12:39 WIB
Komentar : 0
guardianexpressla.com
menulis/ilustrasi

Pertama kali tulisan saya ditolak media serta tidak lolos seleksi event kepenulisan, hati terasa sedih dan kecewa luar biasa. Saya beranggapan tulisan saya jelek, tidak sebagus penulis lainnya, tidak berbakat dan segudang pemikiran yang tanpa saya sadari membuat semangat menulis yang dulu menggebu-gebu menghilang entah ke mana, dan ide sudah yang ada di benak saya pun menguap begitu saja. Bahkan saya mogok menulis.

Hingga suatu hari saya membaca sebuah buku kumpulan cerita (kumcer), di mana tulisan saya dulu tereliminasi. Saya heran, ternyata (menurut saya) beberapa cerpen di kumcer tersebut tidak istimewa alias biasa saja, bahkan tidak jauh lebih baik dari tulisan saya. Saya tidak bermaksud sombong, namun dari hal tersebut saya belajar bahwa tulisan bagus atau tidak itu relatif, mungkin biasa bagi saya tetapi istimewa dan memenuhi kriteria bagi sang juri atau pembaca lainnya.

Hal tersebut justru memacu kembali semangat saya, bahwa karya saya tidak jelek tetapi mungkin saya masih harus belajar banyak dan berusaha keras untuk menghasilkan sebuah tulisan yang bagus. Saya sadar, saya harus selalu menghargai karya-karya sendiri begitu juga karya penulis lain. Karena pada dasarnya, semua karya penulis itu indah dan memiliki warna tersendiri.

Tidak lolos sebuah event atau ditolak media, kini tidak lagi membuat saya sedih berlama-lama. Saya selalu bangkit lagi dan lebih giat menulis, mengulangi membaca tulisan itu, mencari dan berusaha memperbaiki kekurangannya. Melihat penulis lain berhasil dengan karyanya justru membuat saya kagum dan terpacu untuk menghasilkan tulisan yang semakin baik. Tak ada kata gagal dalam hidup seorang penulis. Just move on, saya yakin saya bisa. Bagaimana dengan Anda?


Yulitha Rohman



Rubrik ini bekerja sama dengan komunitas penulis perempuan Women Script & Co
womenscriptnco@gmail.com
@womenscriptco

Redaktur : Miftahul Falah
2.087 reads
Mimpi yang paling benar ialah (yang terjadi) menjelang waktu sahur (sebelum fajar)((HR. Al Hakim dan Tirmidzi))
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...