Senin, 27 Zulqaidah 1435 / 22 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Kaum Muda Austria yang Gaul dan Syar'i

Kamis, 05 April 2012, 11:02 WIB
Komentar : 0
MJO
Kegiatan Snowboarding MJO
Kegiatan Snowboarding MJO

Apa bayangan kita tentang kaum muda Muslim Eropa? Mungkin segera terlintas dalam benak kita tentang sosok remaja barat yang selama ini terekam dalam film-film impor. Yakni remaja bebas nilai yang jauh dari kesan Islami. Atau sebaliknya, celoteh media barat tentang gambaran pemuda Islam sebagai sosok fundamentalis lantas memenuhi ruang pikir kita. Sosok yang keberadaannya tidak nyambung dengan layout peta kemajuan dan kemajemukan Eropa, bahkan kerap menimbulkan keresahan dan ketidaknyaman.

Muda, berpendidikan, relijius

Sore itu, Minggu 11 Maret 2012, kami mendapati persepsi lain tentang realitas kaum muda muslim Eropa, khususnya di Austria. Masjid As-Salam menerima kedatangan serombongan generasi muda muslim Austria atas undangan Wapena.

Kaum muda ini tergabung dalam sebuah organisasi bernama MJÖ, Muslimische Jugend Österreich. Ini kali pertama Wapena mengundang organisasi yang digerakkan oleh pemuda dan pemudi muslim di Austria yang bersemangat men-syiar-kan Islam ini.

Perwakilan MJÖ yang menyambangi Masjid As-Salam Wapena ini datang dari berbagai garis keturunan namun memiliki satu kesamaan, yakni muslim yang tumbuh dan telah menjadi bagian dari negeri ini. Karenanya, mereka lebih tepat disebut sebagai Muslim Austria (Austrian Muslim), bukan muslim yang kebetulan berdomisili di Austria (Muslim in Austria).


Gaya hidup mereka terlihat modern, namun jauh dari kesan hedonis dan liberal. Mereka muda, berpendidikan, relijius dan sangat luwes serta elegan berakulturasi dengan budaya setempat. Kehadiran mereka menepis persepsi keliru yang terbangun bahwa remaja muslim di Eropa identik dengan imigran non intelek, bermasalah sosial, dengan nilai keislaman yang tinggal secuil karena digerogoti sisi negatif peradaban barat.

Di tengah terpaan jargon integrasi, mereka tidak lantas grogi dan kehilangan identitas sebagai muslim yang taat. Busana muslim rapi yang dikenakan, serta kesantunan dan percaya diri yang terpancar, menjadi ketegasan  bahwa Islam bukanlah tamu asing di benua biru ini.  



Acara silaturrahim Wapena dan MJÖ ini sengaja di-setting dengan menggunakan bahasa pengantar Jerman, mengingat forum ini didasari kebutuhan akan wadah bagi remaja muslim Wapena yang telah lama menetap atau bahkan terlahir di Austria. Dipandu oleh Bianca Figl, pemudi blasteran Indonesia-Austria yang fasih berbahasa Jerman, acara ini berlangsung dengan hangat dan meriah.  

Ketua Wapena, Andi Ahmad Junirsah, yang telah 19 tahun menetap di Austria, mengenalkan pengurus Wapena beserta aktivitasnya. Dari pihak MJÖ, Tugba Seker selaku General Manager mengenalkan  personilnya serta memberikan gambaran umum tentang MJÖ. Selanjutnya, wanita berhijab ini mempersilakan dua pengurus lain untuk menjelaskan lebih detil tentang aneka kegiatan MJÖ. Mereka adalah Schwester Selma (yang baru diangkat menjadi Ketua MJÖ), mahasiswi Informatika keturunan Suriah kelahiran Wina, dan Bruder Johannes, pemuda Austria yang telah masuk Islam sejak usia remaja.

Körper, geist, seele 

Dari presentasi keduanya, dapat diketahui bahwa organisasi yang memiliki lebih dari 30.000 anggota aktif ini sangat kaya akan aktivitas. Kegiatan-kegiatan yang dijalankan oleh MJÖ tidak hanya berkutat dalam pembinaan aqidah dan akhlak Islami, namun mencakup segala hal. Program mereka dirancang untuk menjangkau aspek 3 dimensi dari manusia, yakni tubuh, pikiran dan jiwa (Körper, Geist, Seele).



Setiap tahunnya, di musim panas maupun dingin, MJÖ mengadakan perkemahan yang menggabungkan unsur rekreasi dengan pembinaan rohani, biasa disebut Wintercamp atau Sommercamp. Pada kesempatan lainnya, kegiatan olahraga seperti arung jeram, hiking, sepakbola, renang, bersepeda gunung dan snowboarding menjadi agenda rutin mereka. Dua kali setahun, mereka mengadakan tur ke negeri lain di benua Eropa, seperti Perancis, Spanyol dan Turki, untuk mengenal kehidupan dan budaya bangsa lain. 

MJÖ juga aktif mengadakan seminar-seminar terbuka bertemakan Islam untuk khalayak Austria. Topik-topik lain seperti demokrasi, pendidikan, pluralisme dan HAM juga tak luput dari perhatian mereka. Tidak hanya itu, mereka juga terlibat aktif dalam beragam kegiatan sosial, seperti memberikan bantuan korban bencana alam, pelayanan bagi para fakir dan lansia, donor darah, dsb. Peran aktif mereka dalam kampanye citra positif Islam di media juga tak kalah hebatnya. Hal ini, untuk sedikit menyembuhkan Islamphobia yang masih eksis di dunia barat.



Dari pemaparan dan diskusi yang berlangsung, terbangun kesepakatan antara Wapena dan MJÖ untuk melanggengkan kerjasama ini dalam bentuk program yang berkesinambungan. Salah satunya, akan berbentuk forum rutin kajian Islam dalam bahasa Jerman, yang terutama diperuntukkan bagi remaja-remaja muslim Wapena yang lahir atau telah menetap lama di Austria. Bentuk lainnya, berupa kerjasama dalam hal budaya, misalnya dengan memperkenalkan Tari Saman sebagai bagian dari sarana dakwah untuk mengenalkan agama Islam. 

Masakan Indonesia, wunderbar!

Bukan keramahtamahan ala rumpun melayu kalau berjumpa tanpa ditemani hidangan pemanja lidah dan penentram perut. Kuliner Nusantara yang dipaskan dengan selera "bule" telah disiapkan oleh Ibu Irawati Djati dan tim suksesnya. Sate, kari, bakwan, lumpia, kue sarang semut dan aneka hidangan lain memenuhi rongga perut mereka yang hadir. Dialog-dialog dalam lingkaran-lingkaran kecil pun terbangun sembari menyantap hidangan.



Para Bruder (Saudara) dan Schwester (Saudari) dari MJÖ berkali-kali memuji keramahan yang dihadirkan serta kelezatan masakan yang disajikan. Hadirin pulang dengan membawa senyum di wajah sekaligus mengantongi kesan yang baik dari kedua belah pihak.

Dalam laman resminya, MJÖ menyampaikan ucapan terima kasih atas undangan Wapena, serta mengharapkan terciptanya kerjasama yang baik untuk ke depannya. Tak lupa, mereka menyampaikan ucapan khusus atas kelezatan makanan Indonesia, "Indonesisches Buffet ist wunderbar." Masakan Indonesia sungguh luar biasa!








Rubrik ini bekerja sama dengan komunitas Wapena
www.wapena.org


Foto-foto: Robby Rizaldi dan MJÖ

Redaktur : Miftahul Falah
'Ketahuilah, sesungguhnya bahwa malaikat tidak mau masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat patung.(HR Bukhari)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar