Jumat, 10 Jumadil Awwal 1434 / 22 Maret 2013
find us on : 
  Login |  Register

Keinginan Mendirikan Masjid Indonesia di Wina

Selasa, 21 Februari 2012, 16:11 WIB
Komentar : 0
Foto-foto: Wapena
Komunitas Wapena

Warga Pengajian Wina (Wapena) adalah wadah silaturrahim bagi warga muslim Indonesia dan beberapa negara tetangga (Malaysia, Singapura) yang berdomisili di Kota Wina, Austria, dan sekitarnya. Meski baru terdaftar sebagai organisasi resmi di Austria pada penghujung 2004, namun cikal bakal organisasi ini sudah bermula sejak tahun 1980-an. Pada masa itu, aktivitas dari Wapena masih berbentuk kegiatan-kegiatan kajian keislaman yang berlangsung tiap akhir pekan di KBRI/PTRI Wina.

Adalah keinginan pengurus untuk mendirikan masjid Indonesia di Wina yang menjadi daya dorong terbentuknya organisasi resmi ini. Keinginan mulia ini mengharuskan Wapena untuk terdaftar sebagai organisasi resmi di Kepolisian dan Kementerian Dalam Negeri Austria. Jadilah pada tanggal 26 November 2004, Wapena terdaftar dengan nama Der Indonesische Islamische Verein dan memiliki statuta dalam bahasa Jerman.

Hingga saat ini, Wapena telah melalui beberapa periode kepengurusan. Secara umum, kepengurusan Wapena selalu memiliki pola yang sama, yakni senantiasa mewakili semua lapisan masyarakat indonesia di kota klasik ini.  

Mereka yang aktif sebagai pengurus biasanya terdiri dari perwakilan pejabat yang bertugas di KBRI/PTRI Wina, profesional di organisasi-organisasi internasional, PBB, pekerja di institusi-institusi Austria, mahasiswa maupun warga yang telah lama berdomisili di Austria.

Kepengurusan Wapena yang terdaftar saat ini (periode 2011-2013) adalah: Ketua, Andi Ahmad Junirsah (Staf di Badan Energi Atom Internasional (IAEA)), Wakil Ketua, Sulistijo Djati (Minister Konselor Pensosbud KBRI/PTRI Wina), Sekretaris, Bakti Darma Putra (Peneliti di Lembaga Riset Telekomunikasi (FTW)), dan Bendahara, Dewi  Figl (tokoh masyarakat yang telah menetap lama di Austria). Susunan lengkap pengurus Wapena dapat dilihat di website Wapena.

Beragam aktivitas

Sejak dibentuk hingga saat ini, Wapena telah mengembangkan beragam aktivitas keislaman maupun sosial. Keluarga besar bagi muslim Indonesia di Wina ini rutin mengadakan pengajian setiap minggu serta tak pernah absen merayakan peringatan hari-hari besar Islam.  






















Para pemateri dalam setiap kajian rutin merupakan anggota Wapena sendiri, yang dijadwal secara bergiliran untuk berbagi cakrawala pengetahuan keislaman setiap pekannya.  Sedangkan, untuk kegiatan hari-hari besar, Wapena selalu mengundang  pemateri dari luar untuk datang langsung ke Wina maupun “hadir“ melalui media videoconference.  Mereka adalah para ustadz yang berdomisili di Belanda, Jerman, Mesir, Saudi dan Indonesia.

Dalam kurun waktu beberapa tahun ini, Wapena sanggup pula mengundang ustadz dari Indonesia untuk membimbing warga selama satu bulan penuh di Bulan Ramadhan. Selain dukungan finansial dari jamaah Wapena sendiri, pihak KBRI/PTRI Wina sebagai pengayom warga, memiliki andil yang besar dalam hal ini.  

Untuk membina anak-anak dan remaja, Wapena memiliki Taman Pendidikan Al-Quran (TPA) yang berjalan setiap pekan. Adapula kegiatan tahunan berupa pekan studi islam yang bertajuk Tauhid Camp. Kegiatan tahunan lainnya yang telah berjalan untuk saat ini antara lain, program Haji Wapena bekerjasama dengan biro pelaksana perjalanan haji di Austria, serta kegiatan family gathering sambil piknik ke kota-kota di sekitar Wina.

Wapena juga memiliki peran sosial di masyarakat, salah satunya ialah dengan menjadi amil zakat, infaq dan shodaqoh. Melalui kerjasama dengan beberapa lembaga amil zakat di Indonesia, Wapena telah aktif mengumpulkan dan mendistribusikan zakat serta sumbangan kemanusiaan ke beberapa daerah yang terkena bencana alam.









Rubrik ini bekerja sama dengan komunitas Wapena
www.wapena.org



Redaktur : Johar Arif
2.401 reads
Pulanglah pada istrimu, bila engkau tergoda seorang wanita (HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
Silahkan login atau register untuk kirim komentar Anda

  VIDEO TERBARU
Geliat Perkembangan Muslim Cina
Pemerintah Komunis berencana untuk membangun masjid di seluruh negeri. Hal ini, merupakan implementasi guna memenuhi tuntutan 20-an juta warga Muslim di negeri itu.Menurut...