Jumat, 25 Jumadil Akhir 1435 / 25 April 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mental Bangsa yang Belum 'Juara'

Jumat, 03 Agustus 2012, 13:53 WIB
Komentar : 2
Charlie Riedel/AP
Logo Olimpiade London 2012
Logo Olimpiade London 2012

REPUBLIKA.CO.ID,Kisah saya menjadi volunteer dimulai dari iseng-iseng buka Facebook PPI-UK. "Dibutuhkan relawan Untuk mendampingi para atlit dan official selama pertandingan Olimpiade berlangsung." Demikian bunyi iklannya. Saya langsung mengirimkan data-data yang dibutuhkan, dengan ekspektasi pekerjaan ini sangat menarik. Hmm judulnya memperluas networking dan berkontribusi langsung membantu para atlet yang mengharumkan bangsa.  Sambil menanti pengumuman relawan yang terpilih, saya terus membayangkan, bagaimana sibuknya nanti dalam mendampingi para atlet, hmm...sounds interesting! 

Alhamdulillah, akhirnya saya terpilih menjadi volunteer bersama dengan 9 orang lainnya. Briefing dan Olympic site visit pun dimulai sebelum para atlet berdatangan ke London.

Tibalah saat para atlet dan official  datang di Heathrow International Airport, tepat pada 23 Juli 2012. Instruksi dari para koordinator relawan pun berdatangan. Namun, instruksi yang berdatangan dari berbagai pihak, mengesankan persiapan yang kurang matang menghadapi perhelatan besar dunia yang terjadi 4 tahun sekali ini. 

Seiring berjalannya waktu, ekspektasi saya malah semakin luntur. Awalnya terpikir, saya akan bekerja dengan dinamika yang tinggi dan terarah. Namun kenyataanya semrawut dan tidak efisien. Saya juga kecewa dengan sikap, mental atlet dan official yang tidak disiplin dan kurang menghargai waktu.

Salah satunya adalah penyewaan lapangan yang tidak pernah dipakai karena sering terlambat datang ke venue. Belum lagi pengaturan transportasi yang tak jelas bagi atlet dan relawan.

Pada akhirnya, kesan yang saya tangkap dari kontingen Indonesia, mereka belum siap untuk menjadi juara di bidangnya. Sebagai anak bangsa, jelas saya kecewa. Sepertinya masih banyak hal yang harus dibenahi, terutama masalah kedisiplinan. 

Penulis: Nevine Rafa (MA Interior Design, University of Westminster) PPI UK

Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : PPI UK
(Musim) haji adalah beberapa bulan yang dimaklumi, barangsiapa yang menetapkan niatnya dalam bulan itu akan mengerjakan haji, maka tidak boleh rafats, berbuat fasik dan berbantah-bantahan di dalam masa mengerjakan haji. Dan apa yang kamu kerjakan berupa kebaikan, niscaya Allah mengetahuinya. Berbekallah, dan sesungguhnya sebaik-baik bekal adalah takwa dan bertakwalah kepada-Ku hai orang-orang yang berakal.(QS:Al Baqarah 197)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Jumlah Pengunjung Meningkat, Ancol Terus Berbenah
JAKARTA -- Sebagian besar warga Jakarta kebanyakan habiskan libur panjang keluar kota. Meski begitu, wisata pantai Ibu Kota tak kehilangan pesonannya. Seperti pantai di...