Kamis, 6 Muharram 1436 / 30 Oktober 2014
find us on : 
  Login |  Register

Mental Bangsa yang Belum 'Juara'

Jumat, 03 Agustus 2012, 13:53 WIB
Komentar : 3
Charlie Riedel/AP
Logo Olimpiade London 2012
Logo Olimpiade London 2012

REPUBLIKA.CO.ID,Kisah saya menjadi volunteer dimulai dari iseng-iseng buka Facebook PPI-UK. "Dibutuhkan relawan Untuk mendampingi para atlit dan official selama pertandingan Olimpiade berlangsung." Demikian bunyi iklannya. Saya langsung mengirimkan data-data yang dibutuhkan, dengan ekspektasi pekerjaan ini sangat menarik. Hmm judulnya memperluas networking dan berkontribusi langsung membantu para atlet yang mengharumkan bangsa.  Sambil menanti pengumuman relawan yang terpilih, saya terus membayangkan, bagaimana sibuknya nanti dalam mendampingi para atlet, hmm...sounds interesting! 

Alhamdulillah, akhirnya saya terpilih menjadi volunteer bersama dengan 9 orang lainnya. Briefing dan Olympic site visit pun dimulai sebelum para atlet berdatangan ke London.

Tibalah saat para atlet dan official  datang di Heathrow International Airport, tepat pada 23 Juli 2012. Instruksi dari para koordinator relawan pun berdatangan. Namun, instruksi yang berdatangan dari berbagai pihak, mengesankan persiapan yang kurang matang menghadapi perhelatan besar dunia yang terjadi 4 tahun sekali ini. 

Seiring berjalannya waktu, ekspektasi saya malah semakin luntur. Awalnya terpikir, saya akan bekerja dengan dinamika yang tinggi dan terarah. Namun kenyataanya semrawut dan tidak efisien. Saya juga kecewa dengan sikap, mental atlet dan official yang tidak disiplin dan kurang menghargai waktu.

Salah satunya adalah penyewaan lapangan yang tidak pernah dipakai karena sering terlambat datang ke venue. Belum lagi pengaturan transportasi yang tak jelas bagi atlet dan relawan.

Pada akhirnya, kesan yang saya tangkap dari kontingen Indonesia, mereka belum siap untuk menjadi juara di bidangnya. Sebagai anak bangsa, jelas saya kecewa. Sepertinya masih banyak hal yang harus dibenahi, terutama masalah kedisiplinan. 

Penulis: Nevine Rafa (MA Interior Design, University of Westminster) PPI UK

Redaktur : M Irwan Ariefyanto
Sumber : PPI UK
Demi Allah, kami tidak akan mengangkat seorang pun yang meminta sebagai pemimpin atas tugas ini dan tidak juga seorang yang berambisi memperolehnya.(HR Muslim )
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Makna Sumpah Pemuda, Erick Yusuf: Ayo 'Action'
JAKARTA -- Tanggal 28 Oktober diperangati sebagai hari sumpah pemuda. Memaknai itu, Ustaz Erick Yusuf menilai pemuda Indonesia harus terus semangat dan bersatu. Erick...