Wednesday, 22 Zulqaidah 1435 / 17 September 2014
find us on : 
  Login |  Register

Doyan Kekerasan, Ikut Sasana Tinju Jangan Geng Motor!

Monday, 16 April 2012, 02:27 WIB
Komentar : 0
Acara Big Days Out NOC di Bogor, Jawa Barat, Ahad (16/4).
Acara Big Days Out NOC di Bogor, Jawa Barat, Ahad (16/4).

REPUBLIKA.CO.ID, BOGOR—Fenomena geng motor yang kembali meresahkan menarik perhatian Ninja Owners Club (NOC).  Menurut NOC geng motor itu pantas disebut meresahkan lantaran lebih banyak menjalani kegiatan negatif ketimbang positifnya.

“Yang namanya komunitas, klub atau geng harusnya bersifat membangun, mulai dari membangun skill para anggota dalam berkendara atau menjalani prosedur berkendara yang baik dan benar. Bukannya merusak,” kata mantan ketua NOC Jakarta, Gani Kurnia kepada ROL di sela acara Big Days Out yang berlangsung di Bogor, Jawa Barat, Ahad (16/4).

Menurut Gani, baik atau buruknya sebuah klub atau komunitas sangat tergantung dari masing-masing anggota dan manajemennya. Kalau memang, tujuan awalnya untuk kegiatan positif maka komunitas atau klub yang bersangkutan akan menuai hasil positif pula.

Namun, ia mengakui sulit untuk menemukan solusi guna menanggulangi masalah geng motor. Yang pasti, semua pihak harus bahu-membahu untuk menanganinya. “Karena itu, setiap anak-anak mengadakan acara selalu saya ingatkan kepada mereka untuk tidak memelihara sikap arogansi,” kata dia.

Ketua NOC Jakarta, Aldi Garibaldi Kasim menilai arti harfiah dari komunitas motor atau klub motor adalah ada kesatuan minat yang diikuti dengan beragam kegiatan yang menopang minat itu. Jadi, apa yang dilakukan geng motor sudah salah kaprah.

“Kalau memang ingin kekerasan ya mediumnya sasana tinju atau klub karate, Jadi kami sangat menyayangkan hal itu,” ujarnya.

Terkait dampak dari geng motor, Aldi meminta masyarakat untuk tidak menyamakan geng motor dengan komunitas atau klub motor. Meski demikian, Aldi menyerahkan sepenuhnya kepada masyarakat untuk menilai.

“Tidak setiap klub atau komunitas motor itu gangster. Kita bisa buktikan itu. Jadi, tolong kepada para teman-teman geng motor jangan merusak hobi dengan kekerasan. Karena hobi ini harusnya lebih banyak melahirkan kesenangan bukan kebencian atau kekerasan,” ujarnya.


Indosat

 

LP3I

Reporter : Agung Sasongko
Redaktur : Yudha Manggala P Putra
Dan janganlah kamu campur-adukkan yang hak dengan yang bathil dan janganlah kamu sembunyikan yang hak itu sedang kamu mengetahui.(QS Al-Baqarah: 42)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Atasi Masalah Grafiti, ini Cara Kreatif Washington DC
WASHINGTON --  Kota besar seperti ibukota Amerika Serikat, Washington DC, juga menghadapi masalah graffiti karena semakin banyaknya dinding gedung dan tempat umum yang...