REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Setiap orang tua tahu kalau anak-anak suka mendapatkan pelukan. Ekspresi cinta sederhana ini sangat berarti di hati anak-anak. Ini dikenal sebagai teori kasih sayang.
Teori kasih sayang menunjukan hubungan emosional antara pemberi kasih sayang dan anak. Hubungan yang melibatkan perhatian dan rasa aman ini membuat anak merasa aman dan terlindungi. Perlindungan kasih sayang dengan orang yang memberi kasih sayang (orang tua) memberikan keterkaitan emosi yang kuat. Juga berpengaruh pada psikogis dasar anak di kehidupannya.
Psikolog John Bowly menggambarkan, kasih sayang sebagai keterhubungan yang abadi antara psikologis abadi antara manusia. Ia menemukan bahwa anak-anak yang mendapatkan perlindungan dan rasa aman dari orang tuanya saat kecil, akan memiliki karakter yang lebih baik saat besar. Seperti memiliki rasa percaya yang tinggi, memiliki kemampuan akademik yang baik, dan kemampuan untuk mengatasi kesulitan. Selain itu juga anak lebih bisa mengatur emosi dari dorongan perasaannya dan memiliki hubungan yang baik dengan orang tua dan orang lain.
Tahun 1988 Vera Bowly mendukung dari riset John Bowly. Dia menemukan bahwa rasa aman yang didapatkan anak-anak ketika tumbuh akan meningkatkan kemampuan anak. Diantaranya anak bisa mencapai potensi intelektual penuhnya dan mampu berpikir logis. Anak juga mampu mengembangkan hati nuraninya, menjadi lebih mandiri, mampu mengatasi stres dan frustasi, mampu menangani rasa takut dan khawatir serta mampu mengembangkan hubungan dimasa depannya. Penelitian ini menunjukkan anak lebih mampu berkonsentrasi, dan karena itu belajar lebih efektif dan lebih sukses.
Rubrik ini bekerjasama dengan PT MindChamps Indonesia
Pre-school Parenting Secrets
TALKING WITH THE SKY
By Brian Caswell and David Chiem
In collaboration with Kylie Bell