Kamu tahu rasanya rindu dan ingin bertemu? Seperti tanah yang rindu siraman air hujan dari langit. Seperti itulah rasa rinduku akan pantai. Hembusan angin laut, desiran ombak dan teman-teman biota laut yang cantik.
Rasa rindu ini juga yang akhirnya membawaku dan teman-teman menuju Pulau Bira. Pukul tujuh di Sabtu pagi yang cerah, kami sudah duduk sambil menahan kantuk di sandaran kapal menuju Pulau Harapan. Jangan bayangkan kami menggunakan kapal mewah dengan fasilitas lengkap, karena kami hanya melaju bersama kapal muatan dari Muara Angke.
Maklum, kami ini hanya sekelompok backpacker yang mencari senang. Pulau Harapan memang bukan tujuan kami. Tapi apa boleh buat, kapal tidak sampai Pulau Bira. Setelah tiga jam perjalanan, akhirnya kami sampai di Pulau Harapan. Perjalanan pun dilanjutkan dengan perahu yang sudah kami sewa sebelumnya.
Hembusan angin laut membuat kami terbuai dan tertidur lelap di atas perahu. Tanpa sadar, kami sudah sampai di Pulau 'Sexy' Bira. 
Wah, mata kami langsung dimanjakan dengan pemandangan yang luar biasa. Dari atas perahu saja sudah kelihatan karang-karang, ikan-ikan kecil dan biota laut lainnya. Semakin membuat kami tak sabar untuk ber-snorkling ria. Ah, rinduku... aku datang menjemputmu.
Ternyata sebuah kejutan lain telah menanti kami. Begitu kami membuka pintu cottage yang kami sewa, wow, ini bukan backpacker namanya. Kasur empuk dan fasilitas lengkap sama sekali tidak menunjukkan kalau kami backpacker. Lagi-lagi Allah bersama kami.
Ada beberapa titik yang sangat ingin kami kunjungi; Pulau Bintang dengan keindahan bintang lautnya yang biru, Pulau Karang Atoll dengan penghuni ikan-ikan kecilnya yang lucu dan menari lincah, selain itu kami juga akan ke Pulau Dolpin, Pulau Gosong dan Pulau Putri Timur.
Pulau Timur bak ratu pulau. Rapi sekali dan mahal. Tapi ini memang tempat yang wajib dikunjungi. Dengan membayar Rp 50.000,- untuk registrasi, seketika akuarium bawah laut tersaji. Cantik dan puas sekali.
Perjalanan kali ini sungguh terkesan. Sungguh romantis melihat keharmonisan pasangan Budi dan istri dengan kedua anaknya yang cerewet. Mereka kompak bermain air. Kak Budi dan istrinya yang lucu membuat kami semua sudah seperti keluarga sendiri hari itu. Seserasi juga pasangan atlet renang Joi dan Cethe yang membuat dunia backpacker indah. Mendapat teman-teman baru seperti Kak Ismail dan Ari. Sesenang silaturahmi antara aku, Dafe dan Hakeem yang sudah lama tak berjumpa, bahagianya.
Dua hari yang terasa singkat. Sedih rasanya harus mengakhiri perjalanan ini. Banyak oleh-oleh yang kami bawa. Cete dan Joi mendapat cerita baru tentang perjalanan ini. Keluarga Budi yang membawa foto-foto keren underwater. Hakeem dan Ari yang mendapat kenalan baru orang korea. Dafe mendapat oleh-oleh ciuman dari karang-karang bawah laut. Kak Ismail yang membawa pulang baju basah untuk sang istri di rumah. Dan aku yang mendapat cerita baru.
Perjalanan hidup adalah cerita, terima kasih untuk lukisan cerita indah kalian. Terima kasih Allah untuk keindahan alam ciptaan-Mu. Semoga kita bisa mengulangi kembali. Kalau bukan kita yang memajukan wisata indonesia, siapa lagi :) ?
"Jangan takut akan indahnya laut. Laut itu menarik dan romantis. Bertemanlah dengan laut sebelum laut itu menjadi musuh Anda." (Maria)
Schinta

Rubrik ini bekerja sama dengan
Backpacker Community