Sabtu, 28 Safar 1436 / 20 Desember 2014
find us on : 
  Login |  Register

Pendakian Rintisan Fuyul Sojol Sulteng (1): Di Bayang Cerita Seram

Kamis, 15 Maret 2012, 14:57 WIB
Komentar : 0
Foto-foto: Haris M, Irwanto, Galih, Yudi
Fuyul (Gunung) Sojol
Fuyul (Gunung) Sojol

“Mau coba naik Sojol, eh? Hati-hati di atas sana ketemu sama orang Dayak. Salah-salah nanti kena sumpit!!” Gambaran sosok penduduk pedalaman kawasan Sojol terus menari-nari di benak kami. Sosok bercawat, bersenjata sumpit panjang dan tombak serta sifat buas yang sering kami dengar baik sewaktu di Bandung maupun ketika menginjak kota Palu sampai desa Bonde di kaki gunung Sojol semakin menambah kewaspadaan dan keingintahuan yang besar untuk mengungkapnya.

“Jea Leang, Mangge!! (Kita kawan)” adalah kalimat yang terpatri di kepala kami. Bahasa Laoje atau banyak yang menyebutnya sebagai “bahasa burung” hasil kursus sehari dengan masyarakat Bonde keturunan Laoje menjadi senjata kami untuk meredam kebuasan suku ter-asing di pedalaman Sojol.

Fuyul (Gunung) Sojol berada di kawasan pegunungan Ogoamas, termasuk wilayah Kecamatan Balukang, Kabupaten Donggala, Propinsi Sulawesi Tengah. Gunung dalam kawasan cagar alam ini terletak di antara sisi barat timur perairan laut Sulawesi Tengah.

Untuk mendaki Sojol dari sisi pantai barat, yang akan menjadi awal pendakian ini, ada kendala untuk mendapatkan informasi yang akurat. Berbeda dengan sisi timur yang dilalui jalur trans Sulawesi.

Karena keterbatasan itulah, 3 orang diutus menjadi tim pendahulu, Galih, Yudi ‘Pentil’ dan Yayat ‘Kolotok’, untuk mengumpulkan informasi dan mengurus perijinan sampai ke Bonde, desa di titik awal jalur yang kami rencanakan. Hampir 2 minggu berselang setelah semua data dan ijin beres, 4 orang berikutnya, Irwanto, Djarot, Ayonk, dan saya, menyusul.

Ke Bonde, melintas kekuasaan sapi

Tiga jam lepas dari Cengkareng, cuaca panas menyengat Bandara Mutiara, Palu, menyatukan kami bertujuh yang bersiap memulai perjalanan ke titik awal. Mobil Elf putih meninggalkan terminal Palu, mengangkut 12 penumpang termasuk kami bertujuh plus 1 orang penggiat alam setempat yang kami ajak bergabung dalam pendakian ini.

Mobil melaju tak mulus menyusur pantai barat Sulawesi Tengah dari Palu. Beberapa ruas jalan banyak yang rusak membuat pijakan gas tak stabil ditekan. Beberapa jembatan banyak yang putus. Selain itu, puluhan bahkan ratusan sapi dengan tenangnya menghalangi jalan aspal, membuat supir harus sabar menunggu para penguasa jalan pantai barat itu menepi.

Enam jam didekap dalam mobil, akhirnya Bonde, dusun awal, dijelang. Bonde adalah sebuah dusun yang termasuk wilayah desa Balukang, kecamatan Dampelas Sojol, kabupaten Donggala. Dusun kecil di tepi bangkalang (sungai) Silambo itu hanya ditempati beberapa rumah saja. Berbagai suku, baik pendatang seperti dari Bugis dan Makasar, berbaur dengan masyarakat asli pedalaman yang sudah berinteraksi.

Matahari mulai redup terbenam di ufuk barat. Rumah panggung yang disediakan kepala dusun terasa nyaman saat kaki dilonjorkan di atas rumah panggung. Keramahan Mada, pemilik rumah, serta istri semakin membuat nyaman hati kami.

Satu hari menjelang pendakian, penentuan titik awal dilakukan untuk memastikan langkah kami selanjutnya. Kebun coklat dan sungai kami susuri di tengah terik matahari yang menyengat, membuat kulit terbakar. Setelah mengecek beberapa posisi, menjelang sore kami sepakat mengenai titik awal pendakian besok, yaitu awal percabangan Bangkalang Silambo, dan sebuah rumah di seberangnya akan menjadi start kami mendaki.



Haris Mulyadi (Wanadri)
W-644 Bayu Rawa
Tim Sojol: Irwanto, Haris, Kolotok, Yudi Barkah, Galih, Djarot, Ayonk, dan Agus











Rubrik ini bekerja sama dengan komunitas relawan AlamSemesta.
AlamSemesta Institute didukung oleh Mer-C dan Wanadri.

Rasulullah SAW bersabda:"Barangsiapa yang berwudhu lalu menyempurnakannya, lunturlah dosa-dosanya hingga keluar dari bawah kuku-kukunya."( HR Muslim)
  Isi Komentar Anda
Komentar adalah tanggapan pribadi, tidak mewakili kebijakan redaksi republika.co.id. Redaksi berhak mengubah atau menghapus kata-kata yang tidak etis, kasar, berbau fitnah dan pelecehan, intimidasi, bertendensi suku, agama, ras, dan antar golongan. Setiap komentar sepenuhnya menjadi tanggung jawab pengirim.

Republika.co.id berhak untuk memberi peringatan dan atau menutup akses bagi pembaca yang melanggar ketentuan ini.
avatar
Login sebagai:
Komentar

  VIDEO TERBARU
Upaya Pembunuhan Kim Jong Un, Film Ini Batal Putar
WASHINGTON DC -- Sony Pictures diperkirakan rugi sekitar 100 juta dolar karena batalnya pemutaran film "The Interview" akibat ancaman serangan ke bioskop-bioskop yang...